Masih Ada Babon Anim (Aniem) di Yogyakarta

10 Sep 2013

Yogyamu

Masih Ada Babon Anim (Aniem) di Yogyakarta

Di Yogyakarta ada tiga bangunan gardu induk listrik zaman dulu yang oleh orang Jawa (Yogyakarta) disebut sebagai Babon Anim yang masih lestari.

Babon Anim di Pasar Legi, Kotagede Yogyakarta, difoto: 27 Juli 2013, foto: a.sartono
Babon Anim di Pasar Legi Kotagede

Orang tua Yogyakarta zaman dulu sering menyebut listrik sebagai anim (aniem) saja. Tiang listrik di pinggir jalan mereka sebut “cagak anim” (tiang anim) yang maksudnya adalah tiang listrik. Demikian pun ketika mereka menyebut hal ihwal lain yang berhubungan dengan kelistrikan zaman itu.

Nama aniem sebenarnya mengacu pada nama sebuah perusahaan listrik swasta Belanda, yakni ANIEM (Algemeen Nederlands Indische Electriciteit Maatschappij) yang didirikan di Gambir, Jakarta, pada tahun 1897. ANIEM merupakan perusahaan yang berada di bawah NV Handelsvennootschap yang sebelumnya bernama Maintz & Co. Perusahaan ini berkedudukan di Amsterdam, Belanda.

Pada akhirnya ANIEM menjadi perusahaan listrik yang menguasai 40 persen pasokan listrik dalam negeri (Hindia Belanda). Kebutuhan dan permintaan listrik yang tinggi membuat ANIEM semakin berkembang dan melakukan percepatan ekspansi. Tahun 1921 perusahaan ini memperoleh konsesi di Banjarmasin dengan waktu kontrak hingga tahun 1960. Tahun 1937 perusahaan ini diserahi pengelolaan listrik di Jawa Tengah (temasuk DIY waktu itu), Jawa Timur, dan Kalimantan.

ANIEM disebut-sebut memiliki kinerja yang sangat baik dan efektif. Perusahaan ini melakukan desentralisasi produksi dan pemasaran dengan cara membentuk sejumlah anak perusahaan di daerah. Dengan demikian produksi tenaga listrik dilakukan secara sendiri-sendiri di berbagai daerah.

Babon Anim di barat SMA N 3 Yogyakarta, difoto: tahun 2010, foto: a.sartono
Babon Anim di barat SMA N 3 Yogyakarta

Beberapa perusahaan di bawah ANIEM di antaranya adalah: NV Oost Java Electriciteits Maatschappij [OJEM] di Surabaya dengan perusahaan-perusahaannya di Lumajang, Tuban dan Situbondo; NV Solosche Electriciteits Maatschappij [SEM] di Surabaya dengan perusahaan-perusahaannya di Solo, Klaten, Sragen, Jogjakarta, Kudus dan Semarang; NV Electriciteits Maatschappij Banjoemas [EMB] di Surabaya dengan perusahaan-perusahaannya di Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, Sokaraja, Cilacap, Gombong, Kebumen, Wonosobo, Maos, Kroya , Sumpyuh dan Banjarnegara; NV Electriciteits Maatschappij Sumatera [EMS] di Surabaya dengan perusahaan-perusahaannya di Bukit Tinggi, Payakumbuh, Padang Panjang dan Sibolga; NV Electriciteits Maatschappij Bali & Lombok [EBALOM] di Surabaya dengan perusahaan-perusahaannya di Singaraja, Denpasar, Gianyar, Tabanan, Klungkung, Ampenan, Gorontalo, Ternate.

Seiring dengan kemerdekaan Indonesia, perusahaan listrik swasta Belanda ini pun diambilalih oleh negara Indonesia (setelah sebelumnya diambil alih oleh Jepang). Akhirnya beberapa bangunan seperti gardu induk listrik peninggalan ANIEM tingallah menjadi bangunan yang tidak lagi berfungsi sebagai pengelola tenaga listrik.

Di Yogyakarta ada tiga bangunan gardu induk listrik zaman dulu yang oleh orang Jawa (Yogyakarta) disebut sebagai Babon Anim yang masih lestari, yakni Babon Anim di pojok barat depan Pasar Legi Kotagede, Babon Anim di persimpangan Jl Abubakar Ali (belakang Hotel Garuda), dan Babon Anim di persimpangan jalan di sisi barat kampus SMA Negeri 3 (Padmanaba) Kotabaru, Yogyakarta.

Babon Anim di Kotagede direncanakan akan dijadikan pusat informasi budaya kawasan Kotagede. Babon Anim di Kotabaru menjadi media mural oleh kelompok seniman mural. Babon Anim di Abubakar Ali menjadi media sosialisasi PLN dan landmark di kawasan itu yang menyambung dengan Taman Adipura serta Taman Parkir Abubakar Ali.

Mungkin dulu ada cukup banyak Babon Anim di Yogyakarta atau di kota-kota lain di Indonesia, namun banyak yang kemudian rusak atau sengaja dihilangkan karena berbagai alasan. Yogyakarta masih memiliki tiga buah Babon Anim yang bisa disaksikan hingga sekarang. Dari ketiga Babon Anim tersebut Babon Anim di Jl Abubakar Ali lah yang mengalami perubahan fisik cukup siginifikan. Dua Babon Anim lainnya, relatif masih utuh seperti aslinya. Mau menyaksikan Babon Anim ? Datang saja ke Yogya.

Babon Anim di persimpangan Jl. Abubakar Ali (belakang Hotel Garuda), difoto: 29 Agustus 2013, foto: a.sartono
Babon Anim di persimpangan Jl. Abubakar Ali dengan latar belakang Hotel Garuda Yogyakrta

Ke Yogya yuk ..!

Naskah & foto: A. Sartono

sumber: www.pln-jabar.co.id/nama_perusahaan.htm

Jakarta