Gaya Wedana Jawa Zaman Dulu

10 Jan 2014

Djogdja Tempo Doeloe

Gaya Wedana Jawa Zaman Dulu

Pakaian yang dikenakan oleh wedana ini juga menampakkan unsur-unsur pengaruh Barat, berupa kaus kaki panjang berwarna putih dan sepatu kulit hitam, dan kemeja putih.

Gaya Wedana Jawa Zaman Dulu

Berikut ini adalah foto dari seorang wedana (wedono) di sebuah studio. Tampak bahwa latar belakang foto tersebut adalah sebuah lukisan. Posisi tangan dan kaki dari wedana tersebut tampak diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan pose foto yang “berwibawa”.

Pakaian dari wedana tersebut juga tampak diatur rapi dan mengesankan akan kelas sosialnya sebagai pemimpin suatu wilayah (distrik). Kumisnya yang tampak diatur rapi juga dimaksudkan untuk mengesankan akan kewibawaan itu.

Wedana merupakan jenjang kepangkatan dalam pemerintahan masa lalu (di Jawa) yang mungkin kedudukannya setara dengan pembantu bupati. Wilayah yang dipimpinnya umumnya lebih luas daripada cakupan wilayah kecamatan zaman sekarang. Tetapi bisa dipastikan bahwa wilayah yang dipimpinnya lebih kecil daripada kabupaten.

Pakaian yang dikenakan oleh wedana ini juga menampakkan unsur-unsur pengaruh Barat, berupa kaus kaki panjang berwarna putih dan sepatu kulit hitam, dan kemeja putih yang setengah ditutup oleh pakaian kebesaran warna gelap (hitam) yang menyerupai jas.

Sekalipun demikian, model pakaian yang dikenakannya juga menampakkan kesan kejawaan yang kental. Mungkin pada sisi-sisi semacam inilah budaya saling mempengaruhi dan pada gilirannya tetap juga memperkaya budaya setempat (Jawa).

Di sisi kanan dari wedana tersebut tampak seorang (abdi) yang bertugas atau berkewajiban membawakan payung untuk sang wedana. Payung tersebut bukan difungsikan sesuai substansinya semata, tetapi untuk menunjukkan derajat kepangkatannya sebagai wedana.

Hal ini memang sesuai dengan tradisi di Jawa masa lalu yang salah satunya adalah penggunaan simbol payung yang diberi warna tertentu untuk menegaskan klasifikasi atau strata sosial. Payung seperti itu pada hakikatnya hampir sama dengan bendera yang menyimbolkan kedaulatan sebuah kelompok, suku, atau bangsa dan negara tertentu.

Tampak juga bahwa pose dari abdi penongsong (pembawa songsong/payung) tersebut juga diatur sedemikan rupa sehingga menampakkan ketakzimannya pada wedana di sampingnya. Posenya menunjukkan sebagai orang yang senantiasa siap sedia melayani atau melaksanakan tugas untuk majikannya. Kemeja putih yang dikenakan abdi tersebut juga menunjukkan unsur budaya Barat yang telah “masuk” dalam budaya Jawa.

Foto wedana di wilayah Jawa ini dibuat pada kisaran tahun 1914. Sayangnya, tidak diketahui siapa nama wedana tersebut dan wilayah atau kawedanan manakah yang ia pimpin.

A. Sartono

sumber: H.J. Graaf, 1970, De Javaansche Vorstenlanden in Oude Ansichten, Amsterdam: De Bussy Ellerman Harms n.v.

Jakarta