Dionisius Lintang Umboro, Duta Museum Yogyakarta 2014

Author:editorTembi / Date:09-09-2014 / Dion, begitu panggilan akrabnya, telah terbiasa menjadi tour guide sehingga telah hafal dengan obyek wisata yang dikunjungi para wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Padahal dia baru aktif tinggal di Yogyakarta selama kuliah, sekitar 2 tahun.

Duta Museum DIY 2014, sumber foto: Suwandi/Tembi
Dionisius Lintang Umboro, Juara I Duta Museum DIY 2014

Berawal dari sebuah pengumuman di baliho pemilihan Duta Museum DIY 2014 yang terpampang di Kridosono di akhir Juli 2014, akhirnya membawa Dionisius Lintang Umboro menjadi Juara I Duta Museum DIY 2014 kategori pria. Ia dinobatkan menjadi Jawara Duta Museum DIY 2014 di Hotel Ambarrukmo Palace pada Minggu malam 24 Agustus 2014, setelah mengalahkan 5 finalis. Sementara Juara I kategori putri diraih oleh Andhita R, juga setelah mengalahkan 5 finalis lainnya.

Dionisius Lintang Umboro, yang masih kuliah di Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), mengaku sangat senang bisa terpilih menjadi Duta Museum DIY 2014 bersama dengan teman-teman finalis lainnya. Dengan menjadi Juara I bersama dengan Andhita R, Dionisius akan berusaha secara maksimal menginformasikan dan mempromosikan museum-museum di DIY yang jumlahnya lebih dari 40 museum ini kepada para wisatawan Nusantara dan mancanegara yang berkunjung ke DIY.

Apalagi selama ini, Dion, begitu panggilan akrabnya, telah terbiasa menjadi tour guide sehingga telah hafal dengan obyek wisata yang dikunjungi para wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Salah satu tujuan utama wisatawan asing ke Yogyakarta adalah berkunjung ke museum. Menurut Dion, wisatawan asing sangat senang berkunjung ke museum-museum di DIY karena memiliki koleksi-koleksi asli yang menurut mereka kualitasnya luar biasa dan tidak kalah dengan koleksi yang ada di luar negeri.

Duta Museum DIY 2014, sumber foto: Suwandi/Tembi
Dion bersama beberapa finalis Duta Museum DIY 2014 di depan di Museum UGM

Hanya sayangnya, para wisatawan asing tersebut masih kurang nyaman terhadap pengelolaan beberapa museum terutama masalah kualitas sumber daya manusia maupun kelengkapan fasilitas umum. Misalnya, pengunjung tidak disapa dengan ramah, atau toiletnya kotor dan keran airnya macet. Untuk itu, Dion juga berharap bisa “sharing” atau berbagi ilmu dengan para pengelola museum sehingga semua wisatawan bisa nyaman berkunjung ke museum-museum di DIY. Kegiatan-kegiatan itulah yang akan dijadikan programnya selama menjadi Duta Museum DIY 2014 bersama teman-temannya, agar dunia museum bisa naik pamor.

Untuk itu, Dion putra kedua dari tiga bersaudara, kelahiran Bontang, Kalimantan Timur pada 7 Juni 1993, itu meminta kerja sama dengan semua para pengelola museum dan organisasi museum Barahmus DIY untuk bahu membahu memajukan museum DIY. Apalagi, menurut Dion, jumlah museum di DIY sangat banyak dan sangat potensial untuk dikembangkan dan dikenalkan kepada dunia luar agar Yogyakarta sebagai daerah istimewa semakin kokoh.

Gelar Duta Museum DIY 2014 yang disandang oleh Dion tentu akan semakin menambah membuat kesibukan dirinya. Apalagi sebelum menjadi Duta Museum DIY 2014, Dion juga telah sibuk mengelola Restoran Socius milik keluarga yang berada di wilayah Babarsari Yogyakarta. Selain itu ia juga sibuk kuliah dan menjadi tour guide.

Bagi Dion Yogyakarta sudah tidak asing lagi sebab, sebenarnya orangtua dan leluhurnya berasal dari Yogyakarta. Ia sendiri baru aktif tinggal di Yogyakarta selama kuliah, sekitar 2 tahun. Itulah sebabnya, Yogyakarta ibarat rumah kedua setelah Bontang, Kalimantan Timur. Maka tidak ayal jika ia berusaha dan berkomitmen untuk memajukan daerah Yogyakarta lewat dunia museum.

Temen nan yuk ..!

Naskah dan foto: Suwandi

 

Temen

Latest News

  • 22-09-14

    Antologi Puisi Sastr

    Setiap bulan tajuk dari Sastra Bulan Purnama, yang sering disingkat SBP berganti-ganti, misalnya, ‘Lima Penyair Tiga Kota Membaca Puisi’, karena... more »
  • 22-09-14

    Gapura Padureksa Lam

    Gapura yang menghubungan antarruang atau antarkompleks bangunan di kawasan itu semuanya bergaya gapura padureksa, yakni gapura yang pada bagian... more »
  • 22-09-14

    Inventarisasi Perlin

    Judul : Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya. Seni Ukir Kayu Jepara  Penulis : Dr. Widya Nayati, M.A.  Penerbit : BPNB + PSK UGM... more »
  • 20-09-14

    Denmas Bekel 20 Sept

    more »
  • 20-09-14

    Pesona Bahasa Nusant

    Judul : Pesona Bahasa Nusantara Menjelang Abad ke -21  Penyusun : Parakitri T. Simbolon  Penerbit : PMB-LIPI, KPG & The Ford... more »
  • 20-09-14

    Orang Jumat Pon Hati

    Gaya bicara orang Jumat Pon menyenangkan. Hatinya baik, tidak mempunyai nafsu jahat, kuat untuk menahan tidur, cepat mencapai sejahtera lahir batin,... more »
  • 19-09-14

    Kirab Ki Ageng Tungg

    Dapat dipastikan bahwa upacara tersebut dilaksanakan pada setiap habis masa panen rendhengan atau panen raya di akhir musim penghujan yang biasanya... more »
  • 19-09-14

    Malam Ini Landung Si

    Berbeda dengan pembacaan-pembacaan Diponegoro oleh Landung sebelumnya, kali ini episode yang diangkat adalah sejak lahir hingga kematian pangeran... more »
  • 19-09-14

    Sajian Lagu-lagu The

    Musik The Beatles dihadirkan berbeda oleh Anime String Orchestra dengan konduktor Haryo “Yose” Soejoto. Musik-musik The Beatles, yang digubah oleh... more »
  • 18-09-14

    Mengungkap Keprihati

    Ada cukup banyak keprihatinan berkaitan dengan kehidupan sastra Jawa yang sepertinya hidup segan mati tak mau. Kondisi demikian sesungguhnya juga... more »