Simulacra, Mengajak Kritis pada Konsumerisme, Hedonisme, Kapitalisme

22 Jul 2016

Simulacra, demikian tema pameran fotografi karya Alva Christo Y.W. yang dilakukannya di Kelas Pagi Yogyakarta, Jl Brigjen Katamso, Prawirodirdjan GM 8/1226 Yogyakarta. Pembukaan pameran dilakukan pada Minggu malam 17 Juli 2016. Pameran berlangsung hingga 24 Juli 2016. Pameran ini menampilkan 24 karya fotografi baik analog maupun digital.

Tema Simulacra sengaja diambil sebagai salah satu reaksi kritis fotografer atas fenomena kehidupan di dunia utamanya di era postmodernisme. Simulacra adalah gagasan yang diusung oleh seorang sosiolog terkenal, Jean Baudrillard. Gagasan simulacra berawal dari teori tentang hyper-reality dan simulation. Konsep ini sepenuhnya mengacu pada kondisi realitas budaya virtual ataupun artifisial di dalam era komunikasi massa dan konsumsi massa.

Realitas-realitas itu mengungkung manusia dengan berbagai bentuk simulasi (penggambaran dengan peniruan). Simulasi itulah yang mencitrakan sebuah realitas yang pada hakikatnya tidak senyata realitas yang sesungguhnya. Realitas yang “tidak sesungguhnya” tetapi dicitrakan sebagai realitas yang mendeterminasi kesadaran kita itulah yang disebut dengan realitas semu (hyper-reality).

Realitas ini tampil melalui media-media yang menjadi kiblat utama masyarakat massa. Melalui media realitas-realitas dikonstruksi dan ditampilkan dengan simulator-simulator, yang pada gilirannya menjadi gugusan-gugusan imaji yang menuntun bahkan menyedot manusia modern pada kesadaran yang ditampilkan oleh simulator-simulator tersebut, inilah yang disebut gugusan simulacra. Simulator-simulator itu antara lain muncul dalam bentuk iklan, film, cybernetics, kuis, sinetron, dan lain-lain yang tampil dalam TV atau media lain yang mengobral kepuasan fashion, food dan funs.

Salah satu karya Alva diberi judul # 2 diy yang dimaknai sebagai do it yourself. Foto ini menampilkan sesosok wanita yang membawa pianika untuk anak-anak dengan latar belakang mesin cuci. Foto ini seperti menyindir atau mengkritisi bahwa kita sesungguhnya dapat melakukan sekian banyak hal sendiri. Tidak mesti tergantung pada produk-produk industri yang terus-menerus seperti mengawasi atau mengancam kita untuk menggunakannya (dan tentu membelinya). Pada sisi ini sifat-sifat konsumtif dan juga hedonistik yang ada pada diri manusia seperti terus dibakar, dibujuk, dihasut oleh produk-produk industri sehingga pada sisi tertentu peran dan jati diri atau identitas kesejatian manusia itu menjadi kabur, bahkan menghilang oleh hal lain (produk industri) yang notabene adalah juga buatan manusia yang akhirnya juga menguasai manusia.

Foto bertitel # 6 Imagination menyampaikan tentang imajinasi, mimpi-mimpi, ide-ide, gagasan, dan harapan seperti hal yang mustahil. Namun semua bisa menjadi realitas. Hanya realitas dan simulasi seperti tak berbeda. Keduanya hanya dipisahkan semacam garis yang sangat tipis belaka.  Foto bertitel # 7 Healthy Life seperti mengajak kita untuk menanyakan kembali sifat konsumerisme kita itu apakah mendorong kita menuju hidup sehat ? Pernahkah kita memikirkan organ tubuh kita yang kita jejali dengan aneka produk makanan/minuman ?

Sebuah komunitas atau masyarakat sering memberikan atau banyak maunya pada individu. Sebegitu banyak maunya sehingga individu didorong untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan, harapan, dan keinginan sesuai keinginan masyarakat. Pada sisi ini individu dituntut terus-menerus, tanpa henti selama masyarakat itu ada. Tidak ada kebebasan. Harus begini dan begitu sesuai harapan masyarakat. Demikian seperti karya foto yang diberi titel # 10 Expectations.

Demikianlah Simulacra yang membingkai keseluruhan pameran foto ini. Padanya kita diajak untuk merenungkan eksplorasi tentang hilangnya perbedaan antara realitas dan simulasi-simulasi.

Naskah dan foto: a. sartono

Suasana pameran fotografi Simulacra oleh Alva Christo Y.M. di Kelas Pagi Yogyakarta, difoto: Minggu malam, 17 Juli 2016, foto: a.sartono
#2 DIY Do it yourself karya Alva Christo Y.M. yang dipamerkan di Kelas Pagi Yogyakarta, difoto: Minggu malam, 17 Juli 2016, foto: a.sartono
#6 Imaginations karya Alva Christo Y.M. yang dipamerkan di Kelas Pagi Yogyakarta, difoto: Minggu malam, 17 Juli 2016, foto: a.sartono
#7 Healthy Life karya Alva Christo Y.M. yang dipamerkan di Kelas Pagi Yogyakarta, difoto: Minggu malam, 17 Juli 2016, foto: a.sartono
# 10 Expectations karya Alva Christo Y.M. yang dipamerkan di Kelas Pagi Yogyakarta, difoto: Minggu malam, 17 Juli 2016, foto: a.sartono
SENI RUPA