Yogyakarta Berpesta Gamelan

05 Aug 2016

Selama tiga hari berturut-turut, 22-24 Juli 2016, penonton dimanjakan dengan alunan gamelan yang bernilai tradisi hingga kreasi, dalam acara Yogyakarta Gamelan Festival (YGF). Berlangsung di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri (PKKH) komplek kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, pada tahun ini YGF telah terselenggara kali ke-21 dengan mengusung tema “Gathering”. Tema tersebut sengaja diangkat dengan harapan agar gelaran YGF yang diselenggarakan setiap tahun ini menjadi tempat bertemunya pemain gamelan dan pecinta gamelan.

Tahun 2016 menjadi awal dari apa yang sudah dilakukan oleh YGF. Mengumpulkan temuan-temuan selama 20 tahun dalam acara yang terselenggara selama tiga hari tersebut. Menjalin komunikasi serta tukar pikiran antara pembuat, pemain dan penikmat gamelan, serta memanfaatkan era globalisasi dalam interaksi budaya.

Kurun waktu 20 tahun menjadi bukti bahwa YGF merupakan salah satu acara yang ditunggu-tunggu, dipercaya menjadi ajang gathering untuk para gamelan lovers dan gamelan players, tentunya dengan karya-karyanya yang spektakuler dan sekaligus menjadi sebuah ruang apresiasi oleh gamelan lovers serta masyarakat luas. Di sisi lain konsistensi acara ini mulai berdampak positif dengan merubah pemikiran generasi muda terhadap budaya bangsa yang selama ini dianggap tertinggal alias kuno.

Sesuai tema yang diusung pada tahun ini, YGF mampu menjadi tuan rumah untuk ajang International Gathering Players. Para pemain gamelan dari beberapa kota di Indonesia seperti ; Keraton Kawitan Amertha Bumi (Kendal), Tarara (Bangkalan), Mustikaning Daha (Kediri), Madu Sekar (Pamekasan), Sawitra Kumara (Yogyakarta), Duet Bonang Unggul Kanjang (Yogyakarta), Canda Nada (Yogyakarta), Pradangga Sawo Kembar (Yogyakarta) turut berpartisipasi. Selain dari dalam negeri, beberapa pemain dari luar negeri pun tak ingin ketinggalan untuk dapat turut serta, seperti ; Kontra-GaPi (Filipina), David Kotlowy (Australia) dan Victorhugo Hidalgo and Sean Hyward ft Sri Mara World Music Collective (Meksiko).

Selain konser, terdapat pula agenda lain dalam rangkaian YGF selama tiga hari, yaitu pameran seni gamelan dan beberapa stand kuliner tradisional. Diselenggarakannya workshop merupakan salah satu daya tarik bagi para penonton, selain untuk menambah pengetahuan juga dapat mengobati rasa ingin tahu tentang gamelan itu sendiri.

Workshop yang digelar antara lain; “Gamelan Karaoke” dari Komunitas Gamelan Mben Surup, ada pula “Gergaji Musik” (Musical Saw), Gamelan Kemanak (gamelan yang bentuknya menyerupai pisang) dari Keraton Kawitan Amertha Bumi, Kendal. Selain itu ada pula workshop dengan tema “Srawung Tetembangan”, serta penampil dari Filipina yaitu Kontra-GaPi ; Kontemporaryong Gamelan Filipino.

Naskah dan Foto: Indra Waskito

Jogja Berpesta Gamelan, 23 Juli 2016, PKKH UGM, Foto : Indra
Jogja Berpesta Gamelan, 23 Juli 2016, PKKH UGM, Foto : Indra
Jogja Berpesta Gamelan, 23 Juli 2016, PKKH UGM, Foto : Indra
Jogja Berpesta Gamelan, 23 Juli 2016, PKKH UGM, Foto : Indra
SENI PERTUNJUKAN