Elisha Orcarus Allasso, Dalang Wanita Pertama Lulus Cum Laude

08 Jun 2016

Pada tahun 2016 ini, untuk pertama kali, Fakultas Seni Pertunjukan jurusan Pedalangan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta meluluskan ‘dalang wanita’, Elisha Orcarus Allasso (23 tahun). Walaupun Elisha bukan merupakan wanita pertama yang memilih dan kemudian masuk di jurusan pedalangan ISI Yogyakarta, ia adalah satu-satunya diantara mahasiswi-mahasiswi yang berhasil menuntaskan ilmu di jenjang strata satu pada tahun 2016 ini. Dari hasil yang dicapai, menunjukkan bahwa Elisha mempunyai minat yang besar, tekun, dan juga cerdas.

Semula anak kedua dari empat bersaudara tersebut sama sekali tidak suka wayang. Tetapi mengapa ia memilih studi di jurusan pedalangan? Menurut pengakuanya ada dua motivasi yang mendorongnya, pertama; ia ingin mendapatkan beasiswa Bidik Misi. Karena dengan nilai dan prestasinya si SMA, jika masuk jurusan pedalangan di ISI, peluang untuk mendapatkan beasiswa Bidik Misi 99,90%. Yang kedua; prihatin melihat aktivitas anak-anak sekarang yang mengutamakan sekolah, les, PS, gadget dsb, sehingga tidak memperhatikan keseimbangan otak.

Karena alasan itulah, Elisha mau mempelajari seni, demi sebuah pendidikan yang sesungguhnya, di mana ada keseimbangan antara otak kanan (musik, seni imajinasi kreativitas dan yang lain) dan otak kiri (logika, analisa, berbicara, matematika dsb). Siapa tahu, kata Elisah, suatu saat nanti menjadi menteri pendidikan.

Ia pun meng-iya-kan pemikiran Bambang Susetya, ayahnya, yang mengatakan bahwa seni yang tidak tanggung-tanggung itu adalah seni pedalangan. Karena di dalam seni pedalangan, terkandung beragam seni yang dapat dilihat dari segala aspek kehidupan. Ia pun ingin mencoba mempelajari ilmu pedalangan sebagai dunia seni yang dirasa sangat kompleks.

Setelah setahun mencecap ilmu pedalangan di ISI Yogyakarta, pada tahun 2011 Elisha, mendapat kesempatan mendalang pakeliran padat pada suatu acara di SMA 9 almamaternya, dengan memilih cerita Bima Bothok. Kesempatan mendalang pun berlanjut di Gandok Seni Pondok Tingal, Wanurejo, Borobudur, Magelang pada tahun 2012 dengan membawakan cerita Dewi Durgandini. Sesudah itu beberapa kesempatan mendalang didapat diantaranya; di Krapyak, Magelang; Prawirotaman Yogyakarta; dan di Dusun Code Bantul pada 28 Mei 2016 bersama dalang muda berbakat  Ki Bayu Gupito Aji Nugroho.

Dibandingkan dengan kesempatan mendalang, kesempatan nyindhen jauh lebih sering didapat. Hal tersebut dikarenakan suaranya yang ‘gedhe arum’ serta keistimewaan lain yang membuat para dalang ingin mengajak Elisha bergabung dalam pementasan pakeliran.  

Saat ini wanita kelahiran 10 Agustus 1993 telah diwisuda sebagai Sarjana Seni (pedalangan) dengan predikat cum laude. Dari tidak senang wayang dan belum pernah memegang wayang, berbalik 180 derajat, langsung jatuh cinta pada wayang, bahkan menjadi seorang dalang dan sekaligus seorang pesinden. Selama pendidikan, ia merasakan serta menemukan bahwa daya tarik yang sesungguhnya ternyata bukan pada wayangnya, tetapi pada dalang yang ada di balik seluruh wayang tersebut.

Memang benar apa yang dikatakannya, sebagai dalang, dan juga pesinden, Ni Elisha Orcarus Allaso menjadi daya tarik tersendiri. Baik suaranya, kecantikannya, maupun kecerdasannya. Ia tahu persis bagaimana ‘talenta’ yang dianugerahkan akan senantiasa disyukuri, dihidupi serta dikembangkan  seiring dengan perjalanan berkeseniannya yang masih panjang membentang.

‘Asma kinarya japa’, nama yang diguratkan oleh orangtuanya mempunyai arti Agar Tuhan yang kuat dan penolong (Elisha) memberi anugerah cahaya  (Orcarus) sehingga membawa damai sejahtera  (Allasso). Nama itu bagaikan doa litani yang tak henti-hentinya didaraskan untuk sebuah keberhasilan.

Sejalan dengan keprihatinannya, selain menjadi praktisi ia juga ingin menjadi pemikir dan juga pelopor, tujuannya agar seni pada umumnya dan pewayangan pada khususnya dapat berkontribusi nyata dalam dunia pendidikan yang mampu menyeimbangkan dan menyejahterakan generasi bangsa. Untuk sebuah cita-cita yang digantungkan tinggi-tinggi itulah, ia ingin melanjutkan studi ke jenjang S2. Tentunya tidak ada sesuatu pun yang tidak mungkin, karena Elisha akan selalu ditolong oleh kekuatan Tuhan.

Naskah dan foto: Herjaka HS  

Elisha Orcarus Allasso, Dalang Wanita Pertama ISI Yogyakarta 2016, foto: Herjaka HS
Elisha Orcarus Allasso, Dalang Wanita Pertama ISI Yogyakarta 2016, foto: Herjaka HS
Elisha Orcarus Allasso, Dalang Wanita Pertama ISI Yogyakarta 2016, foto: Herjaka HS
Elisha Orcarus Allasso, Dalang Wanita Pertama ISI Yogyakarta 2016, foto: Herjaka HS
Elisha Orcarus Allasso, Dalang Wanita Pertama ISI Yogyakarta 2016, foto: Herjaka HS
PROFIL