Yen Cedhak Mambu Tai Yen Adoh Mambu Wangi

15 May 2012 / Tag: BERITA BUDAYA

Bothekan

Yen Cedhak Mambu Tai Yen Adoh Mambu Wangi

Yen Cedhak Mambu Tai Yen Adoh Mambu Wangi

Pepatah Jawa di atas secara harfiah berarti kalau dekat bau tahi (tinja) kalau jauh bau wangi (harum).

Pepatah ini sebenarnya ingin menunjukkan tentang hubungan persaudaraan atau pertemanan. Hubungan persaudaraan biasanya (awalnya) memang bisa dikatakan selalu dekat (karena masih dalam satu lingkungan keluarga atau satu rumah). Dalam kondisi semacam itu secara tidak terhindarkan sering terjadi gesekan, ketidakcocokan, perselisihan, bahkan hingga perkelahian fisik. Hal yang sama juga sering terjadi dalam dunia pertemanan. Jika hal demikian terjadi, maka kedekatan antarsaudara itu menjadikan keduanya saling tidak cocok, saling tidak menyukai. Dalam kondisi seperti itu hubungan yang dekat yang justru menimbulkan perseteruan itu diibaratkan kalau dekat (justru) bau tai.

Hubungan saudara atau pertemanan itu dalam sisi yang lain jika keduanya berjauhan justru sering saling merindukan. Saling ingin tahu kabar masing-masing. Dalam kondisi seperti ini saudara atau teman yang jauh justru tidak tercium bau busuknya (tidak menimbulkan kemarahan atau kejengkelan) namun sebaliknya, yang tercium adalah wanginya atau yang teringat adalah segala kebaikannya, keceriaannya, kelucuannya, dan seterusnya.

Oleh karena itulah ada pepatah seperti di atas yang pada intinya ialah bahwa hubungan saudara atau pertemanan yang saling berdekatan sangat mungkin menimbulkan gesekan/perseteruan. Hubungan persaudaran atau pertemanan yang dekat mungkin justru sering menimbulkan kerinduan.

a.sartono

BERITA BUDAYA Jakarta