Mengingat Kembali Yogyakarta sebagai Ibukota RI

13 Jan 2014

Jaringan Museum

Mengingat Kembali Yogyakarta sebagai Ibukota RI

Mengingat Kembali Yogyakarta Ibukota RI, 68 Tahun Lalu, sumber foto: Suwandi/Tembi
Pidato Presiden Ir Soekarno (diperankan oleh Hendro Plered)
dalam peringatan Yogyakarta Ibukota RI Tahun 2012

Yogyakarta 68 tahun lalu pernah menjadi Ibukota Negara RI, tepatnya mulai 4 Januari 1946 hingga 27 Agustus 1949, demikian menurut salah satu sumber dalam buku “Museum Perjuangan” yang disunting oleh V Agus Sulistya SPd (2008). Selama sekitar 4 tahun Yogyakarta menggantikan Jakarta sebagai ibukota sementara, karena situasi Jakarta saat itu kurang kondusif, akibat teror dari tentara Netherlands Indie Civil Administration (NICA) Belanda yang berusaha menjajah kembali Indonesia. Itulah sebabnya, Yogyakarta juga mendapat julukan sebagai Kota Revolusi.

Selama Yogyakarta menjadi Ibukota RI, Presiden Ir Soekarno menempati Gedung Agung (Istana Kepresidenan Yogyakarta) sebagai rumah dinas, sementara Wakil Presiden Mohammada Hatta menempati, yang kini bernama Gedung Makorem 072 Pamungkas Yogyakarta sebagai rumah dinasnya. Kedua gedung itu berdekatan, bahkan hanya dihubungkan dengan jalan kecil. Hingga sekarang kedua gedung itu masih berdiri kokoh.

Mengingat Kembali Yogyakarta Ibukota RI, 68 Tahun Lalu, sumber foto: Suwandi/Tembi
Bantuan dana sebesar 6.000.000 gulden dari Keraton Yogyakarta kepada Pemerintah RI
yang baru saja hijrah ke Yogyakarta Tahun 1946
dalam Peringatan Yogyakarta Ibukota RI Tahun 2012

Ada dua alasan mengapa Yogyakarta dijadikan sebagai Ibukota RI pada kala itu. Karena pertama, mendapat dukungan penuh dari Sri Sultan Hamengkubuwana IX (Raja Keraton Yogyakarta) sebagai orang nomor satu di Yogyakarta yang memiliki sikap tegas dalam mendukung berdirinya Negara Republik Indonesia, dan kedua, ketika itu Jiwa kemerdekaan rakyat Yogyakarta sedang mencapai titik puncaknya. Itulah sebabnya, Presiden, Wakil Presiden serta kabinetnya kala itu menyepakati Yogyakarta sebagai Ibukota Negara RI untuk sementara waktu.

Bukti Yogyakarta sebagai Ibukota RI kala itu banyak diulas dan diabadikan dalam berbagai media, baik foto, buku, diorama, relief yang tersebar di berbagai tempat, seperti museum, perpustakaan, monumen, dan sebagainya.

Maka tidak aneh Yogyakarta mendapat predikat sebagai Daerah Istimewa, karena banyak berjasa bagi Indonesia, sejak prakemerdekaan, saat perjuangan dan revolusi kemerdekaan, hingga di masa sekarang.

Mengingat Kembali Yogyakarta Ibukota RI, 68 Tahun Lalu, sumber foto: Suwandi/Tembi
Gedung Agung Yogyakarta yang pernah menjadi kantor
dan tempat tinggal Presiden RI Ir Soekarno

Ke museum yuk ..!

Naskah & foto: Suwandi

Jakarta