Petualangan Baru Aladdin Gaya Prancis

01 Dec 2015

Film ini memperlihatkan sisi romantis Aladdin yang dikemas secara jenaka dan kekinian dalam era digital. Film ini merupakan salah satu film yang akan diputar di Festival Sinema Prancis 2015 di 7 kota pada tanggal 5 Desember 2015 secara serentak di Bioskop XXI, yaitu Jakarta, Bandung, Denpasar, Malang, Surabaya, Yogyakarta, dan Medan.

Cerita rakyat Timur Tengah yang mendunia, Aladdin, menurut Wikipedia, tidak diketahui pasti siapa si pengarangnya. Antoine Galland mendengar cerita itu dari seorang pencerita Arab Suriah dari Kota Aleppo pada tahun 1709, yang bernama Youhenna Diab (“Hanna”). Kemudian dia menerjemahkan cerita itu dalam bahasa Prancis berjudul “Kisah 1001 Malam.”

Cerita ini kemudian diadaptasi ke dalam berbagai pertunjukan dan film. Yang pertama diadaptasi ke sebuah drama pantomim pada tahun 1788 oleh John O’Keefe di Theatre Royal, Covent Garden. Kemudian adaptasi yang paling terkenal hingga mendunia oleh Waltz Disney dalam sebuah film tahun 1992.

Tahun ini, Prancis sepertinya ingin mengikuti kesuksesan film Aladdin dengan membuat film Les Nouvelles Aventures d'Aladin atau The New Adventure of Aladdin. Film tersebut akan diperkenalkan kepada khalayak Indonesia dalam Festival Sinema Prancis 2015. "Pastikan tidak melewatkan salah satu film yang telah meraih box office di Prancis ini, yang penontonnya pun mencapai lima juta orang," ujar Arnaud Miquel, Festival Programmer dan Koordinator Audio Visual IFI dalam acara konferensi pers Festival Sinema Prancis 2015 di Institut Français d’Indonésie, Jakarta Pusat, Rabu 25 November 2015.

Film ini memperlihatkan sisi romantis Aladdin yang dikemas secara jenaka dan kekinian dalam era digital. Film ini bercerita tentang Sam – pria yang bekerja sebagai badut berkostum Santa Claus , yang diperankan oleh Kev Adams - terjebak di tengah anak-anak yang memintanya untuk mendongeng. Sam pun akhirnya menceritakan Aladdin sesuai dengan versinya sendiri. Imajinasi cerita yang difilmkan, Sam memerankan diri sebagai Aladdin, dan berpetualang ke kota 1001 malam di Kota Baghdad. Seperti cerita khas Aladin yang jatuh cinta pada putri kerajaan bernama Jasmine, Sam pun juga jatuh hati pada putri Shallia yang diperankan Vanessa Guide.

Film Les Nouvelles Aventures d'Aladin yang disutradarai oleh Arthur Benzaquen, berdurasi 107 menit ini yang baru dirilis di Prancis pada 14 Oktober 2015; dibuat dan dikemas berbeda dan lebih modern dari film Aladdin pertama yang dibuat oleh Walt Disney tahun 1992. Nuansa baru cerita Aladdin yang selalu diselipkan aksi lucu, membuat penonton bisa menikmati alur ceritanya dari awal sampai akhir tanpa rasa bosan.

Para rekan media pun mendapat kesempatan menonton film tersebut untuk yang pertama kalinya, pada konfrensi pers itu. Gelak tawa pun terus terdengar dari awal sampai akhir pemutaran film tersebut. Tidak hanya sisi jenaka yang dihadirkan, petualangan cinta yang mengharukan juga terjadi pada film tersebut. Selain alur cerita yang menyenangkan film tersebut juga memberikan pesan positif bagi penontonnya: segala sesuatu yang diawali dari kebohongan tidak akan abadi.

Film ini merupakan salah satu film yang akan diputar di Festival Sinema Prancis 2015 di 7 kota pada tanggal 5 Desember 2015 secara serentak di Bioskop XXI, yaitu Jakarta, Bandung, Denpasar, Malang, Surabaya, Yogyakarta, dan Medan. Film ini akan diputar kembali di Jakarta pada 6 Desember 2015.

Untuk menikmati film-film yang diputar Festival Sinema Prancis, penonton akan dikenakan biaya Rp 35.000. Festival yang digelar Institut Français d’Indonésie (IFI) ini, berlangsung dari 3 hingga 6 Desember 2015, di sembilan kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Denpasar, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Makassar, dan Balikpapan. Info Lebih detail dapat membuka www.festivalsinemaprancis.com

Naskah: Marcellina Rosiana

http:/www.toutelaculture.com/cinema/a-laffiche/critique-les-nouvelles-aventures-daladin-kev-adams-dans-un-film-familial-insipide/
http://www.sur-mon-nuage.net/?J-ai-vu-les-nouvelles-aventures-d
FILM