Film yang Mengajak Kita Berefleksi

29 Sep 2015

Film “The Park” dan “Di Mana Saya?” Sebenarnya mengajak kita untuk berefleksi, tentang peran diri kita masing-masing ketika negara dan bangsa ini sedang menghadapi masalah.

Film “The Park” bercerita tentang penolakan rakyat terhadap kebijakan pemerintah Kota Istanbul,Turki, yang berencana membangun pusat perbelanjaan di Taman Gezi. Penolakan itu berujud gelombang protes yang meluas. Penggarap film ini Dorota Proba dan Monika Proba meletakkan Gezi Park sebagai titik 0 (nol) kilometer. Dari titik ini mereka mencoba menarik bentang jarak dengan berbagai tempat lain di Turki.

Mereka mencoba melihat bagaimana pengaruh protes atau demonstrasi di Gezi Park ini dengan tempat-tempat lain di Turki yang berjarak 50, 100, 300, 400, atau 600 kilometer dari Gezi Park. Reaksi atas hal itu memang bisa bermacam-macam. Ada yang ikut protes, geram, dan sebagainya. Namun ada pula yang tidak atau kurang tahu-menahu serta apatis.

Dalam perjalanannya protes ini menjadi gelombang besar menasional, bahkan menimbulkan korban jiwa dan harta benda. Akhirnya PM Recep Tayyeb Erdogan memerintahkan untuk menghentikan rencana pembangunan mal tersebut.

Demikianlah film ketiga yang diputar di Ruang Bonang Pusat Kebudayaan Koesnadi Harjosoemantri UGM, Rabu, 23 September 2015.

Ada pun film kedua hasil garapan Anggun Priambodo berjudul “Di Mana Saya?” Film ini menceritakan tentang peristiwa demonstrasi yang menuntut rezim Orde Baru turun. Peristiwa 1998 ini kemudian dikonfirmasikan kepada orang-orang tertentu, terutama dari kalangan generasi muda yang waktu mengetahui dan mengalami langsung peristiwa tersebut.

Ungkapan pengalaman dari masing-masing tersebut memberikan sekian corak atau jenis tanggapan yang berbeda. Ada yang merasa ketakutan karena mereka beretnis Tionghoa sementara pada waktu itu etnis Tionghoa menjadi salah satu sasaran kekerasan. Ada yang tidak mengerti apa-apa tentang hal itu kecuali hanya sebagai sebatas berita yang dia simak dari televisi atau media lain. Ada yang sudah melupakannya dan cenderung tidak peduli.

Film “Di Mana Saya?” Sebenarnya mengajak kita untuk berefleksi, tentang peran diri kita masing-masing ketika negara dan bangsa ini sedang menghadapi masalah. Apakah kita berperan untuk turut menyelesaikan masalah tersebut, ataukah kita justru abai. Bahkan mungkin pura-pura bego dan apatis. Bahkan dalam perkara-perkara kecil di lingkungan kita masing-masing, benarkah kita ikut terlibat di dalamnya ? Benarkah kita turut berbuat demi terbangunnya sebuah kebaikan, kebenaran, kejujuran, ketulusan, keadilan, dan kesejahteraan bersama ?

Jika dalam perkara-perkara kecil kita abai, tidak peduli, diam dan tidak hadir, jangan pernah berharap dalam skala lebih besar kita bisa menjadi lebih baik, benar, adil, jujur, dan tulus. 

Naskah dan foto: asartono

Film Turki “The Park”, diputar di Ruang Bonang Pusat Kebudayaan Koesnadi Harjosoemantri UGM, Rabu, 23 September 2015, foto: a.sartono
Film Turki “The Park”, diputar di Ruang Bonang Pusat Kebudayaan Koesnadi Harjosoemantri UGM, Rabu, 23 September 2015, foto: a.sartono
Film Turki “The Park”, diputar di Ruang Bonang Pusat Kebudayaan Koesnadi Harjosoemantri UGM, Rabu, 23 September 2015, foto: a.sartono
Para penonton film di Ruang Bonang, PKKH UGM tanggal 23 September 2015, foto atas film: Rabu, 23 September 2015, foto: a.sartono
FILM