Film Indonesia Masuk Kompetisi Semaine De La Critique Cannes Film Festival

25 Apr 2015

Film pendek‘The Fox Exploits The Tiger’s Might karya Lucky Kuswandi berhasil masuk dalam 54th Semaine De La Critique atau Critic’s Week, Cannes Film Festival 2015. Indonesia patut berbangga karena film itu terpilih dari 1.750 karya film pendek dan 1.100 film feature dari seluruh dunia.

Film Indonesia, Masuk Kompetisi  Semaine De La Critique Cannes Film Festival
Lucky Kuswandi bersama para pemain film The Fox Exploits The Tiger’s Might’

Critic’s Week didirikan pada tahun 1962. Lembaga ini beranggotakan jurnalis dan kritikus film yang tergabung dalam Serikat Kritikus Film Prancis (French Union of the Film Critics), yang memiliki fokus mencari sutradara-sutradara baru yang inovatif. Tahun ini Critic’s Week akan berlangsung pada 14-22 Mei 2015.

Pada 20 April 2015, panitia Critic’s Week secara resmi mengumumkan kepada publik bahwa salah satu film pendek dari Indonesia masuk seleksi untuk berkompetisi. ‘The Fox Exploits The Tiger’s Might’ menjadi film pertama yang berhasil masuk dalam kompetisi ini, setelah sebelumnya film ‘Tjoet Nja’ Dien sutradara Eros Djarot berhasil terseleksi dalam program kompetisi film panjang di tahun 1989.

Pada 20 April 2015, panitia Critic’s Week secara resmi mengumumkan kepada publik bahwa salah satu film pendek dari Indonesia masuk seleksi untuk berkompetisi. ‘The Fox Exploits The Tiger’s Might’ menjadi film pertama yang berhasil masuk dalam kompetisi ini, setelah sebelumnya film ‘Tjoet Nja’ Dien sutradara Eros Djarot berhasil terseleksi dalam program kompetisi film panjang di tahun 1989.

Film Indonesia, Masuk Kompetisi  Semaine De La Critique Cannes Film Festival
Cuplikan film The Fox Exploits The Tiger’s Might’

Meiske ‘Dede’ Taurisia dari Babibutafilm saat ditemui Kamis, 23 April 2015, di Institut Prancis di Indonesia (IFI), saat pemutaran film, mengatakan ia sangat puas dengan tiga film yang diproduksi pada tahun 2014. “Buat saya ini suatu pencapaian yang sangat baik, yang terpenting para sutradara ini sudah berhasil menyiapkan film sebaik mungkin, kemudian berkompetisi dalam festival bergengsi itu bonus aja,” kata Dede.

Kedepannya, Dede berharap bisa membuat film lebih banyak dari sutradara-sutradara muda berbakat. Sempat ada pertanyaan, mengapa Babibuta hanya membuat film-film yang ‘susah’. “Bagi saya, nggak ada yang namanya film susah dan nggak susah, selama kita memiliki toko yang menyediakan film variatif dan beragam, saya percaya tidak akan ada lagi sebutan film ‘susah’,” ujarnya.

Film ‘The Fox Exploits The Tiger’s Might’ bercerita tentang 2 orang pemuda di jaman Orde Baru, bernama Aseng dan David. Mereka bersahabat meski berbeda etnis dan tingkat kemapanan masing-masing. Aseng berasal dari keluarga etnis Tionghoa yang kesehariannya berdagang, termasuk menjual minuman keras illegal, sementara David, anak orang kaya dengan ekonomi mapan, ayahnya adalah seorang jenderal militer yang pada masa itu sering menagih upeti dari kalangan bawah, tak terkecuali keluarga Aseng.

Ada banyak adegan ‘hot’ yang membuat penonton terperangah sambil sesekali tertawa geli karena karakter dari tiap pemain sangat baik. Ide awalnya muncul saat pilpres tahun lalu, dimana salah satu capres kita punya record dengan tragedi 1998. Saya menemukan ada kalangan dari etnis Tionghoa yang masih memilih dan mendukung orang-orang yang melindungi kepentingan-kepentingan mereka,” tutur Lucky Kuswandi usai pemutaran filmnya.

Film Indonesia, Masuk Kompetisi  Semaine De La Critique Cannes Film Festival
Mesike ‘Dede’ Taurisia, dari Babibutafilm

Kenapa ada hubungannya dengan ‘seks’ karena menurut Lucky kekuasaan itu sama halnya dengan seksualitas, ‘it’s very close antara dua itu,” tambahnya.

Lucky Kuswandi bukanlah nama baru di industri perfilman Tanah Air, filnya berjudul ‘Selamat Pagi, Malam' (2014) sukses diputar perdana di Tokyo International Film Festival 2014, juga menjadi film penutup Singapore International Film Festival 2015.

Natalia S.

FILM