Festival Film Arkipel 2015 Angkat Tema Grand Illusion

14 Jul 2015 Di tahun ketiga,ARKIPEL Jakarta International Documentary & Experimental Film Festival 2015 mengangkat tema Grand Illusion. Tema ini menjadi sangat relevan dan penting untuk dihadirkan karena perubahan demokrasi Indonesia yang mulai menuju arah perbaikan, namun di sisi yang lain persoalan kemanusiaan masih tetap menghantui bangsa ini.

GRAND ILLUSION  berangkat dari judul film produksi tahun 1937 karya salah satu master sinema dunia, Jean Renoir. Ide film ini berangkat dari bukuThe Great Illusion, A Study of the Relation of Military Power to National Advantage karya Norman Angell tahun 1910 yang bercerita tentang kritik kemanusian masa Perang Dunia I. Gagasan Renoir dan Angell adalah melihat bagaimana persoalan kemanusiaan dalam peradaban kita telah tercerai berai oleh konflik dan pilihan-pilihan politik.

Pada satu sisi, perubahan demokrasi Indonesia mulai menuju arah perbaikan dalam situasi politik internasional yang begitu dinamis, namun di sisi yang lain persoalan kemanusiaan masih tetap menghantui bangsa ini.

Begitu juga terjadi pada bangsa-bangsa lain, dimana persoalan kemanusiaan merupakan luka yang perlu disembuhkan. Sejarah kemanusiaan masih banyak yang sangat gelap karena dikaburkan untuk melanggengkan atau melindungi kelompok tertentu.

Bagaimana peran sinema dalam melihat produksi ilusi sosial-politik tersebut sejak sinema hadir di peradaban kita? Sejak kelahirannya, ilusi adalah kata kunci dalam film. Rekaman seluloid telah mempesona peradaban manusia dan memberikan pengalaman visual gambar bergerak yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Ilusi yang diproduksi sinema pada akhirnya berkembang bukan hanya di wilayah ‘form’ (estetika), namun juga telah memproduksi ilusi-ilusi yang berkaitan dengan persoalan-persoalan sosial-politik dan kebudayaan. Hal inilah yang akan dibaca padaARKIPEL Jakarta International Documentary & Experimental Film Festival 2015.

Indonesia adalah salah satu bangsa dengan sejarah sosial-politiknya yang penuh dengan ilusi, yaitu; ilusi-ilusi yang diproduksi oleh negara.GRAND ILLUSION menjadi strategi bagiARKIPEL membaca bagaimana ilusi-ilusi itu diproduksi, didistribusikan, dan direproduksi, hingga berdampak bagi perjalanan sebuah bangsa di belahan dunia yang lain.

Perhelatan festival film ARKIPEL kali ketiga ini bukan hanya sebagai wadah pembuat film tetapi juga bagi kurator film untuk menuangkan pemikiran tema GRAND ILLUSION, untuk membuka peluang interpretasi terhadap tema yang terbuka luas, dari yang lingkupnya domestik sampai yang publik, dan karena sinema mempunyai kemampuan menjelajahi batas kenyataan dan ilusi.

Sejak dibuka pendaftaran film, selama tiga bulan tercatat ada 1.150 film yang dikirim dari 80 negara. Pada perhelatan pertama, ada 210 film terdaftar dari 29 negara. Arkipel kedua, tercatat 376 film terdaftar dari 60 negara. Jumlah film terdaftar Arkipel ketiga: Grand Illusion sekitar tiga kali lipat jumlahnya dari tahun lalu.

Ini merupakan suatu pencapaian bagi Arkipel sendiri. Dan di tahun ini juga Arkipel membuat Program Kurator Muda Asia, mengundang para kurator muda untuk turut menuangkan interpretasinya terhadap tema Grand Illusion. Festival ini akan diselenggarakan pada 19 – 29 Agustus 2015, untuk informasi lebih lanjut bisa cek di www.arkipel.org.

Natalia.S
Foto: Dokumentasi Arkipel

Festival Film Arkipel 2015, Angkat Tema Grand Illusion Festival Film Arkipel 2015, Angkat Tema Grand Illusion FILM

Baca Juga

Artikel Terbaru

  • 01-08-15

    Hari Baik dan Hari J

    Orang yang lahir pada Selasa Kliwon, pada periode usia 0 s/d 12 tahun, adalah ‘PA’ Pandhita, baik. Usia 12 s/d 24 tahun, adalah ‘SA’ Sunan, baik.... more »
  • 01-08-15

    Tajong Samarinda Dib

    Tajong Samarinda pada mulanya dibawa oleh para pendatang Suku Bugis Wajo yang berpindah ke Samarinda karena tidak mau patuh pada perjanjian Bongaja... more »
  • 01-08-15

    UU Tata Niaga Gula d

    Di Perpustakaan Tembi tersimpan dengan baik buku lawas ini yang berisi tentang undang-undang tata niaga gula di Hindia Belanda. Peraturan ini... more »
  • 31-07-15

    Kue Cubit Kudapan Po

    Berawal dari makanan cemilan gerobak yang banyak dijual di sekolah-sekolah dasar, kue mungil berbahan dasar tepung ini semakin populer bahkan “naik... more »
  • 31-07-15

    mas Bekel

    mas Bekel more »
  • 28-07-15

    Masalah Ekologi Indo

    Buku ini berisi tentang masalah ekologi terutama di Indonesia dalam perspektif dekade 1950-an. Pertambahan jumlah penduduk mau tidak mau memang akan... more »
  • 28-07-15

    From The New World d

    Indonesian Youth Symphony Orchestra (IYSO) kembali tampil di Tembi Rumah Budaya dengan melibatkan banyak anggota Sri Aman Orchestra, Malaysia,... more »
  • 28-07-15

    Penggurit Dua Kota A

    Para penggurit dari dua kota, Yogyakarta dan Surabaya, akan tampil bersama dalam launching antologi geguritan karya masing-masing penggurit, Jumat 31... more »
  • 28-07-15

    Prajurit Mantrijero

    Prajurit Mantrijero Sarahasta atau pembawa tombak terdiri atas beberapa jenjang kepangkatan, yakni Wedana dan Lurah, Operwahmister (Wirawredhatama)... more »
  • 28-07-15

    Warangka Ladrang (1)

    Ladrang adalah salah satu ragam bentuk warangka keris gaya Surakarta, sedangkan versi Yogyakarta disebut dengan nama branggah, walaupun keduanya... more »