Makam Jaka Salembar alias Kyai Ageng Tangkil Tersembunyi di Kampung Suryatmajan, Yogyakarta

14 Mar 2013

Situs-Situs

Makam Jaka Salembar alias Kyai Ageng Tangkil Tersembunyi di Kampung Suryatmajan, Yogyakarta

Jaka Salembar adalah salah satu keturunan dari Prabu Brawijaya. Ia kemudian menjabat sebagai demang di wilayah Tangkilan. Oleh karena itu ia disebut sebagai Kyai Ageng Tangkil atau Demang Tangkil.

Nisan makam Jaka (ditulis Djoko) Salembar atau Ki Ageng Tangkil dilihat dari sisi timur, difoto: Rabu, 6 Maret 2013, foto: a.sartono
Nisan makam Jaka Salembar atau Ki Ageng Tangkil berada di belakangan rumah Ny Sumarjilah

Makam Jaka Salembar alias Kyai Ageng Tangkil berada di Kampung Suryatmajan, Kelurahan Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, DIY atau di Jalan Suryatmajan No.11 Yogyakarta.

Lokasi makam Kyai Ageng Tangkil ini dapat dicapai melalui Jalan Malioboro ke arah selatan. Setelah mencapai Kompleks Kepatihan Danurejan pengunjung dapat meneruskan perjalanannya ke selatan hingga mencapai perempatan. Di perempatan ini ambil arah ke kiri (ke Suryatmajan). Setelah menemukan perempatan pertama (perempatan Ketandan) ambil arah ke kiri (mengarah ke Kantor Kepatihan-pintu gerbang selatan).

Posisi makam berada di sisi kanan dari pintu gerbang tersebut, namun berada dalam “kepungan” rumah-rumah penduduk yang sangat padat, sehingga makam itu tidak terlihat dari jalan.

Makam Jaka Salembar atau Kyai Ageng Tangkil berada di wilayah RT 14, RW 12. Bagi orang yang mencarinya akan kesulitan jika tidak bertanya kepada penduduk setempat.

Makam ini berada persis di belakang rumah Ny Sumarjilah (59). Boleh dikata cungkup makam Jaka Salembar mepet dengan dinding rumah Ny Sumarjilah. Selain makam Jaka Salembar, di belakang rumah Ny Sumarjilah juga terdapat tiga buah nisan lain.

Semula makam Jaka Salembar memang menempati sebuah kompleks makam Kampung Suryatmajan. Akan tetapi seiring dengan perkembangan perkotaan, kompleks makam tersebut kemudian digusur atau dibersihkan, dan lahannya digunakan untuk tinggal orang yang masih hidup.

Namun, khusus untuk makam Jaka Salembar dan tiga makam lain tidak digusur. Dari tiga nisan yang lain itu dua di antaranya ada tulisan namanya, yakni Kyai Pantjalesana dan Nyai Pantjalesana. Satu nisan lainnya tidak ada tulisan nama atau identitas apa pun.

Nisan Kyai dan Nyai Pancalesana (Pantjalesana) dan sebuah nisan lain yang tidak diketahui namanya di kompleks makam Jaka Salembar, Suryatmajan, Yogyakarta, difoto: Rabu, 6 Maret 2013
Nisan Kyai dan Nyai Pantjalesana dan nisan lain yang tidak diketahui namanya

Nisan Jaka Salembar terbuat dari potongan-potongan batu andesit yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi satu bentuk nisan utuh. Nisan dari batu andesit ini dicat dengan warna hitam.

Nisan Jaka Salembar berada dalam satu cungkup tersendiri. Cungkup tersebut berbentuk bangunan joglo. Dinding cungkup terbuat dari kawat strimin yang dipadukan dengan papan.

Tinggi cungkup makam Jaka Salembar sekitar 3 panjang sekitar 5 m dan lebar 4 m. Lantai cungkup terbuat dari tegel teraso warna krem. Bangunan cungkup juga diberi cat warna krem.

Panjang nisan Jaka Salembar 190 cm, lebar 45 cm, dan tinggi sekitar 60 cm. Ukuran tiga nisan yang lain di luar cungkup makam Kyai Ageng Tangkil kira-kira sama dengan ukuran nisan Kyai Ageng Tangkil.

Menurut sumber setempat Jaka Salembar atau Kyai Ageng Tangkil adalah salah satu keturunan dari Prabu Brawijaya. Ia kemudian menjabat sebagai demang di wilayah Tangkilan. Oleh karena itu ia disebut sebagai Kyai Ageng Tangkil atau Demang Tangkil.

Tidak atau belum ada keterangan rinci mengenai tokoh ini. Sementara wilayah Tangkilan yang menjadi identitas dari nama gelarannya kemungkinan besar berada di wilayah Godean, Sleman, Yogyakarta.

Dalam banyak versi atau cerita tutur Demang Tangkil disebut-sebut sebagai orang yang membawa jenazah Ki Ageng Mangir Wanabaya dari Keraton Mataram Kotagede untuk dimakamkan di wilayahnya, Tangkilan. Dalam cerita tutur ini disebutkan bahwa jenazah Ki Ageng Mangir Wanabaya dibawa keluar dari pintu belakang Keraton Mataram Kotagede dengan menggunakan gerobak sapi.

Berkaitan dengan hal itu di Saralaten, Godean, Sleman juga ditemukan makam Ki Ageng Mangir Wanabaya. Diduga makam di Saralaten ini merupakan makam dari Ki Ageng Mangir yang dibawa oleh Demang Tangkilan. Mungkin wilayah Saralaten dulunya masuk wilayah pemerintahan Kademangan Tangkilan.

Lorong selebar 70 cm, satu-satunya jalan menuju makam Jaka Salembar/Ki Ageng Tangkil, difoto: Rabu, 6 Maret 2013, foto: a.sartono
Lorong menuju makam Jaka Salembar di Kampung Suryatmajan, Yogyakarta

Tidak ada keterangan yang menyebutkan tentang sebab-sebab atau alasan mengapa Ki Ageng Tangkil dimakamkan di Suryatmajan, Yogyakarta. Mungkinkah Ki Ageng Tangkil di Suryatmajan ini berbeda atau lain dengan tokoh Demang Tangkilan seperti yang telah disebutkan di atas? Untuk menjawab hal itu diperlukan penelusuran yang lebih mendalam dan intensif.

A. Sartono

Jakarta