Legenda Terjadinya Bledug Kuwu di Kabupaten Grobokan

20 Aug 2013

Situs-Situs

Legenda Terjadinya Bledug Kuwu di Kabupaten Grobokan

Keluarnya ular raksasa ke permukaan bumi ia dibarengi dengan suara “bledug…bledug…” yang akhirnya, tempat itu diberi nama “Bledug” oleh masyarakat setempat.

Legenda Bledug Kuwu, Grobogan, Minggu 11 Agustus 2013, sumber foto: Suwandi/Tembi
Letupan Bledug Kuwu

Ular raksasa yang telah membunuh buaya raksasa jelmaan Prabu Dewata Cengkar yang tinggal di Laut Selatan itu akhirnya kembali ke Kerajaan Medang Kamolan lewat dasar bumi sesuai dengan perintah Raja Ajisaka. Ia menelan kepala buaya raksasa itu sebagai bukti. Dalam perjalanan menuju ke Kerajaan Medang Kamolan, ular raksasa yang kemudian diberi nama Jaka Linglung itu muncul di permukaan pertama kali di daerah Jono, Grobogan, Jawa Tengah.

Merasa belum sampai ke tempat tujuan, ia kembali ke dasar bumi dan muncul kedua kalinya di daerah Crewek, di kabupaten yang sama. Mengetahui belum sampai di tempat tujuan, Ia kembali melanjutkan perjalanan masuk ke bumi. Namun karena sudah tidak tahan di dasar bumi, ia akhirnya mengerahkan semua kekuatan untuk bisa keluar ke muka bumi dan muncullah di daerah Bledug, Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah. Keluarnya ular raksasa ke permukaan bumi ia dibarengi dengan suara “bledug…bledug…” yang akhirnya, tempat itu diberi nama “Bledug” oleh masyarakat setempat.

Legenda Bledug Kuwu, Grobogan, Minggu 11 Agustus 2013, sumber foto: Suwandi/Tembi
Pengunjung melihat letupan dari kejauhan

Itulah sepenggal kisah legenda mengenai daerah “Bledug” Kuwu dari masyarakat Grobogan Jawa Tengah. Bledug Kuwu yang mirip lumpur Lapindo itu hingga saat ini masih terus mengeluarkan gas, lumpur, dan air yang mengandung garam. Tempat itu diyakini oleh masyarakat setempat sebagai sebuah situs yang mempunyai kisah legenda secara turun-temurun. Bahkan hingga saat ini, masyarakat setempat masih banyak yang mempercayai legenda itu.

Tempat itu sudah lama menjadi obyek wisata andalan dari Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Setiap hari, banyak wisatawan Nusantara berkunjung ke Bledug Kuwu untuk melihat fenomena alam yang termasuk unik ini. Wisatawan yang berkunjung akan semakin banyak di saat liburan, seperti liburan Lebaran.

Pengunjung masuk ke obyek wisata ini dengan membayar Rp 5.000 per orang. Tiket itu berlaku untuk musim libur Lebaran. Tiket masuk hari biasa hanya sebesar Rp 2.000 per orang. Obyek wisata ini termasuk gersang, karena lahannya mengandung garam. Maka untuk menuju obyek wisata ini, sebaiknya wisatawan membawa payung agar tidak tersengat sinar matahari dan bisa sampai ke dekat luapan Bledug Kuwu dengan nyaman. Lahan puluhan hektar di sekitar Bledug Kuwu, tandus, tidak ada tumbuhan sama sekali.

Legenda Bledug Kuwu, Grobogan, Minggu 11 Agustus 2013, sumber foto: Suwandi/Tembi
Air, lumpur, dan garam Bledug Kuwu yang diyakini bisa menyembuhkan penyakit kulit

Pada musim kemarau, pengunjung bisa mendekat ke letupan Bledug Kuwu sampai berjarak sekitar 10 meter saja. Namun harus tetap hati-hati karena banyak tanah yang lunak, jika tidak hati-hati kaki bisa terperosok. Namun demikian, sebenarnya tanah di dalam lebih lunak. Maka tidak ayal, jika ada wisatawan yang berlari-lari di sekitar tanah keras, getaran akan sangat terasa di sekitarnya hingga radius beberapa meter. Ibaratnya seperti ada getaran gempa bumi. Pada musim kemarau seperti ini, beberapa pedagang bisa mendirikan lapak di dekat semburan lumpur Bledug Kuwu.

Namun pada musim hujan, karena tanah lebih lunak, maka para pedagang dan wisatawan tidak bisa mendekat di semburan lumpur Bledug Kuwu. Mereka harus memandang dari jarak yang begitu jauh. Pada musim hujan letupan semburan lumpur jauh lebih besar jika dibandingkan pada musim kemarau.

Ada dua sumber letupan tetap di Bledug Kuwu. Bledug besar terletak di sebelah timur dengan nama Jaka Tuwa dan yang kecil di sebelah barat disebut Rara Denok. Namun kadang-kadang terjadi letupan di sekitar kedua tempat tersebut. Letupan Bledug Kuwu terbesar yang pernah tercatat mencapai ketinggian 5,3 meter. Sementara suhu di letupan Bledug Kuwu tersebut bisa mencapai 30 derajat Celsius.

Legenda Bledug Kuwu, Grobogan, Minggu 11 Agustus 2013, sumber foto: Suwandi/Tembi
Penunjuk arah jalan menuju Bledug Kuwu

Di samping letupan Bledug Kuwu, wisatawan juga bisa melihat proses pembuatan garam yang dihasilkan dari air garam Bledug Kuwu. Namun sayang, saat ini hanya tinggal 2 kelompok penghasil garam. Mereka membuat garam dengan proses sederhana. Hasilnya pun berujud garam krosok, yang wujudnya seperti kristal, untuk keperluan rumah tangga. Wisatawan pun membeli lumpur Bledug Kuwu atau air Bledug Kuwu dalam kemasan botol seharga Rp 5.000/botol. Lumpur atau air Bledug Kuwu ini diyakini bisa menyembuhkan penyakit kulit, karena mengandung garam.

Nah, jika Anda penasaran ingin melihat dari dekat Bledug Kuwu, silakan mengunjungi tempat ini di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tepatnya 28 km ke arah timur dari Kota Purwodadi Grobogan atau jalan ke jurusan Surabaya yang melintasi Kawasan Kuwu.

Naskah & foto: Suwandi

Jakarta