Cagak alias Tiang Aniem Palbapang Bantul

08 Jan 2014

Situs-Situs

Cagak alias Tiang Aniem Palbapang Bantul

Cagak Aniem Palbapang ini memiliki keunikan karena ketuaan usianya dan juga karena gaya arsitekturalnya yang tidak ditemukan pada tiang listrik lain. Tiang listrik ini terbuat dari pelat baja.

Prasasti yang ditanda tangani oleh Sultan Hamengku Buwana X tentang warisan budaya Cagak Aniem Palbapang Bantul, difoto: Rabu, 11 Desember 2013, foto: a.sartono
Prasasti yang ditandatangani oleh Sultan Hamengku Buwana X
tentang warisan budaya Cagak Aniem Palbapang Bantul

Cagak Aniem (Tiang Listrik) Palbapang, Bantul, merupakan salah satu benda atau bangunan peninggalan zaman Belanda. Tiang ini berdiri di sudut selatan-barat dari simpang empat Palbapang, Dusun Karasan, Kelurahan Palbapang, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lokasi ini dapat dicapai dari Kota Yogyakarta melalui Pojok Beteng Kulon ke arah selatan (masuk Jl Bantul). Ikuti jalan tersebut lurus ke selatan (arah Pantai Samas). Setelah sampai di perempatan Palbapang, maka pengunjung telah sampai di lokasi yang dimaksud. Jarak Cagak Aniem dengan Kota Yogyakarta sekitar 18 kilometer.

Kecuali di Bantul tiang listrik semacam ini juga dapat dijumpai di sisi timur Jl Magelang-Semarang, tidak jauh dari Kantor Polisi Resort Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Istilah cagak aniem menjadi populer di Jawa, khususnya pada kisaran akhir abad ke-19 karena tiang atau cagak itu memang dibuat dan digunakan oleh ANIEM, yakni sebuah perusahaan listrik swasta Belanda. ANIEM merupakan singkatan dari Algemeen Nederlands Indische Electriciteit Maatschappij yang didirikan di Gambir, Jakarta, pada tahun 1897.

Bagian paling bawah dari struktur Cagak Aniem Palbapang, Bantul, difoto: Rabu, 11 Desember 2013, foto: a.sartono
Bagian paling bawah dari struktur Cagak Aniem Palbapang, Bantul

ANIEM merupakan perusahaan yang berada di bawah NV Handelsvennootschap yang sebelumnya bernama Maintz & Co. Perusahaan ini berkedudukan di Amsterdam, Belanda. Pada akhirnya ANIEM menjadi perusahaan listrik yang menguasai 40 persen pasokan listrik dalam negeri (Hindia Belanda). Kebutuhan dan permintaan listrik yang tinggi membuat ANIEM semakin berkembang dan melakukan percepatan ekspansi.

Seiring dengan kemerdekaan Indonesia, perusahaan listrik swasta Belanda ini pun diambilalih oleh negara Indonesia (setelah sebelumnya diambil alih oleh Jepang). Akhirnya beberapa bangunan seperti gardu induk listrik peninggalan ANIEM tingallah menjadi bangunan yang tidak lagi berfungsi sebagai pengelola tenaga listrik. Lebih-lebih setelah urusan perlistrikan dikelola secara profesional oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Demikian pun dengan tiang-tiang listrik yang dulu oleh masyarakat Jawa dikenal dengan nama cagak anim (tanpa e), kini hanya tinggal beberapa buah, dan berdiri sebagai salah satu kekayaan warisan budaya.

Cagak Aniem Palbapang ini memiliki keunikan karena ketuaan usianya dan juga karena gaya arsitekturalnya yang tidak ditemukan pada tiang listrik lain. Tiang listrik ini terbuat dari pelat baja. Bagian terbawah dari tiang listrik ini berbentuk persegi dan memiliki pintu pelat baja yang menghadap timur. Tampaknya bagian ini merupakan semacam terminal atau titik pengendali operasional listrik.

Profil Cagak Aniem Palbapang, Bantul, difoto: Rabu, 11 Desember 2013, foto: a.sartono
Profil Cagak Aniem Palbapang, Bantul

Pada bagian atas dari bagian yang berbentuk persegi ini disambungkan dengan empat buah baja profil berbentuk trapezium. Pada profil trapezium inilah pelat-pelat baja dirangkai sedemikian rupa sehingga membentuk persilangan antarpelat berbentuk seperti anyaman. Sambungan pelat-pelat baja pada empat profil baja yang berfungsi sebagai penyangga utama ini tampaknya difungsikan untuk memperkuat dan menstabilkan posisi tiang listrik.

Semakin ke atas rangkaian pelat baja ini mengerucut. Puncak dari rangkaian ini terdiri atas lima buah pelat runcing yang tersusun simetris antarsudutnya, nan artisik. Sementara di bagian tengahnya terdapat konstruksi yang menyerupai antena.

Di bawah puncak ini dibentangkan beberapa pipa baja, yang disusun dari atas ke bawah dalam perimbangan kanan dan kiri, berfungsi untuk menempatkan penghambat listrik (isolator) yang terbuat dari keramik. Penghambat listrik yang berbentuk seperti botol dengan tubuh yang pendek ini digunakan untuk menambatkan rentang kawat baja yang berfungsi sebagai pengantar listrik dari pusat-pusat pembangkit listrik.

Sistem rangkaian baja tiang listrik ini menggunakan teknik las, dan sekrup dengan kualitas tinggi. Seluruh rangkaian tersebut menjadikan sosok tiang listrik ini terlihat unik.

Cagak Anim Palbapang, Bantul dilihat dari sisi timur, difoto: Rabu, 11 Desember 2013, foto: a.sartono
Cagak Anim Palbapang, Bantul dilihat dari sisi timur

Tinggi tiang listrik ini sekitar 7 m. Ukuran alas atau bagian terbawah yang berbentuk persegi, sekitar 55 cm x 55 cm. Cagak Aniem Palbapang ini telah diresmikan menjadi warisan budaya di Bantul oleh Sri Sultan Hamengku Buwana X pada 2 November 2008.

Naskah & foto: A. Sartono
sumber : www.pln.jabar.co.id.

Jakarta