Hari Keberuntungan Orang Wuku Maktal Jatuh pada Rabu Kliwon (27 Juli – 2 Agustus 2014)

26 Jul 2014

Kelebihan orang Wuku Maktal adalah sentosa budinya, setia pendiriannya. Namun, ia mudah kecewa jika pekerjaannya dianggap kurang benar oleh orang-orang yang lebih tinggi derajatnya, dan sedikit sombong. Ia juga perlu hati-hati karena bencana bagi datang adalah ketika terlibat dalam perkelahian.

Kitab Primbon Betaljemur Adammakna adalah kumpulan pengetahuan berdasarkan ‘ilmu titen’ yang berlangsung turun-temurun dalam masyarakat Jawa. Kitab tersebut memuat 337 bab, salah satu diantaranya adalah pengetahuan untuk menghitung, memilah dan memilih hari.

Berdasarkan kitab itu dalam sepekan ini ada 5 hari baik untuk keperluan menyelenggarakan upacara penting dalam keluarga, dengan perincian sebagai berikut:

Minggu Paing, 27 Juli 2014, kalender Jawa tanggal 29, bulan Pasa, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Sabtu sore pukul 18.00 s/d Minggu sore pukul 18.00),kurang baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Senin Pon, 28 Juli 2014, kalender Jawa tanggal 30, bulan Pasa, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Minggu sore pukul 18.00 s/d Senin sore pukul 18.00), baikuntuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Selasa Wage, 29 Juli 2014, kalender Jawa tanggal 1, bulan Sawal, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Senin sore pukul 18.00 s/d Selasa sore pukul 18.00), tidak baik untuk menyelenggarakan upacara penting, dan untuk bepergian.

Rabu Kliwon, 30 Juli 2014, kalender Jawa tanggal 2, bulan Sawal, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Selasa sore pukul 18.00 s/d Rabu sore pukul 18.00), merupakan hari keberuntungan untuk orang Wuku Maktal, baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Kamis Legi, 31 Juli 2014, kalender Jawa tanggal 3, bulan Sawal, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Rabu sore pukul 18.00 s/d Kamis sore pukul 18.00), baikuntuk menyelenggarakan upacara penting, dan untuk bepergian.

Jumat Paing, 1 Agustus 2014, kalender Jawa tanggal 4, bulan Sawal, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Kamis sore pukul 18.00 s/d Senin sore pukul 18.00), baikuntuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Sabtu Pon, 2 Agustus 2014, kalender Jawa tanggal 5, bulan Sawal, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Jumat sore pukul 18.00 s/d Sabtu sore pukul 18.00), baikuntuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Orang yang dilahirkan pada kurun waktu 27 Juli sampai dengan 2 Agustus, masuk dalam Wuku Maktal, wuku dengan nomor urut 21.


Penggambaran Wuku Maktal adalah sebagai berikut: 
Raden Maktal (kiri) menghadap Batara 
Sakri yang menjadi Dewa pengayomannya. Dewa Sakri adalah Dewa yang setia akan tanggung jawab serta kesanggupannya. Kencang kehendaknya. 
Pohonnya adalah Pohon Nogosari, menggambarkan kebaikan rupa dan hatinya, harum suaranya dan enak didengar, serta dihargai pengabdiannya. 
Burungnya adalah burung Ayam Alas, budinya cerdas dan tangkas, menjadi perhatian atasannya. 
Ada gambar Gedhong yang berjajar dengan umbul-umbul, artinya keberhasilannya datang bersama antara kedudukan dan harta bendanya.

  • Kelebihan orang Wuku Maktal: sentosa budinya, setia pendiriannya.

  • Kelemahannya: mudah kecewa jika pekerjaannya dianggap kurang benar oleh orang-orang yang lebih tinggi derajatnya, sedikit sombong.

  • Bencananya: terlibat dalam perkelahian.

  • Hari nahas : tidak jelas.

  • Hari baik : Rabu Kliwon

Untuk mencegah agar terhindar dari bencana orang Wuku Maktal perlu mengadakan slametan dengan menanak nasi lembek, lauknya daging ayam dimasak lembaran dan pindang bebek, disertai doa keselamatan.

Selain itu, setelah slametan, selama 7 hari (27 Juli s/d 2 Agustus) yang bersangkutan tidak boleh pergi ke arah Tenggara, karena tempat bersemayam bencana yang digambarkan sebagai Batara Kala ada di Tenggara.

Herjaka HS

PRIMBON