Bencana bagi Orang Wuku Langkir Adalah Kecurian dan Berkelahi (1 – 7 Juni 2014)

31 May 2014

Dewa yang menaungi Wuku Langkir adalah Batara Kala. Orang wuku ini pemberani, Namun, mempunyai watak iri dan dengki, tidak dapat dijadikan sebagai pengayoman. Wuku Langkir tidak boleh pergi ke arah tenggara, tempat Batara Kala berada. Agar terhindar dari marabahaya, orang Wuku Langkir perlu membuat nasi gurih dengan lauk daging kambing.

Kitab Primbon Betaljemur Adammakna adalah kumpulan pengetahuan berdasarkan ‘ilmu titen’ yang berlangsung turun-temurun dalam masyarakat Jawa. Kitab tersebut memuat 337 bab, salah satu diantaranya adalah pengetahuan untuk menghitung, memilah dan memilih hari.

Berdasarkan kitab itu dalam sepekan ini, semua hari baik untuk keperluan menyelenggarakan upacara penting dalam keluarga, dengan perincian sebagai berikut:

Minggu Legi, 1 Juni 2014, kalender Jawa tanggal 2 bulan Ruwah tahun 1947 Alip, (terhitung mulai Sabtu sore pukul 18.00 s/d Minggu sore pukul 18.00),baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Senin Paing, 2 Juni 2014, kalender Jawa tanggal 3 bulan Ruwah, tahun 1947 Alip, (terhitung mulai Minggu sore pukul 18.00 s/d Senin sore pukul 18.00), baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Selasa Pon, 3 Juni 2014, kalender Jawa tanggal 4, bulan Ruwah, tahun 1947 Alip, (terhitung mulai Senin sore pukul 18.00 s/d Selasa sore pukul 18.00), baik untuk menyelenggarakan upacara penting, dan untuk bepergian.

Rabu Wage, 4 Juni 2014, kalender Jawa tanggal 5, bulan Ruwah, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Selasa sore pukul 18.00 s/d Rabu Sore pukul 18.00), baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Kamis Kliwon, 5 Juni 2014, kalender Jawa tanggal 6, bulan Ruwah, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Rabu sore pukul 18.00 s/d Kamis Sore pukul 18.00), baik untuk menyelenggarakan upacara penting, dan untuk bepergian.

Jumat Legi, 6 Juni 2014, kalender Jawa tanggal 7, bulan Ruwah, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Kamis sore pukul 18.00 s/d Senin Sore pukul 18.00), baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Sabtu Paing, 7 Juni 2014, kalender Jawa tanggal 8, bulan Ruwah, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Jumat sore pukul 18.00 s/d Sabtu sore pukul 18.00), baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian. Khusus untuk orang wuku Langkir merupakan hari nahas, tidak baik utuk segala macam keperluan.

Orang yang dilahirkan pada kurun waktu 1 Juni sampai dengan 7 Juni, masuk dalam Wuku Langkir, wuku dengan nomor urut 13.


Raden Langkir (kiri) menghadap Batara Kala 
Pohonnya adalah pohon Cemara dan Kayu Ingas 
burungnya adalah burung Gemak atau burung Puyuh

Ciri-ciri Wuku Langkir adalah sebagai berikut :

  • Dewa yang menaungi wuku Langkir adalah Batara Kala.
  • Kelebihannya: pemberani, ditakuti orang.
  • Kekurangannya: tidak memikirkan diri sendiri, cenderung nekat. Mempunyai watak iri dengki sehingga tidak dapat dijadikan pelindung.
  • Pohonnya adalah Pohon Cemara menumpang di pohon Ingas, menggambarkan bahwa orang wuku Langkir hatinya panas, tidak baik didekati karena dapat terkena imbasnya. Orang yang berada di dalam naungan Wuku Langkir tidak dapat diharapkan pertolongannya.
  • Burungnya adalah burung Puyuh. wataknya tidak takut kepada siapa pun termasuk musuhnya.
  • Bencananya : berkelahi dan kecurian.
  • Hari nahas : Sabtu Pahing.
  • Hari baik : tidak menentu.

Untuk mencegah agar terhindar dari celaka orang Wuku Langkir perlu mengupayakan slametan. Caranya adalah membuat Nasi Gurih lauknya daging kambing dimasak lembaran, serta ikan air tawar dan gudangan mentah disertai doa keselamatan.

Selain itu, setelah slametan selama 7 hari (1 Juni – 7 Juni 2014) yang bersangkutan tidak boleh melakukan perjalanan ke arah Tenggara, karena letak Kala berada di tenggara.

Herjaka HS

PRIMBON