Sadewa, Bungsu Pandawa dengan Ingatan Kuat

21 Nov 2013

Figur Wayang

Sadewa, Bungsu Pandawa dengan Ingatan Kuat

Setelah perang Baratayuda selesai, Sadewa bersama Nakula menjadi raja Mandaraka, menggantikan Prabu Salya. Kematian Sadewa adalah mati moksa, ketika melakukan perjalanan ritual menuju keabadian, bersama keluarga Pandawa.

Sadewa, Bungsu Pandawa dengan Ingatan Kuat
Sadewa digambarkan dalam bentuk wayang kulit, buatan Kaligesing Purworejo,
koleksi museum Tembi Rumah Budaya. (foto: Sartono)

Sadewa adalah bungsu dari Pandawa. Ia lahir kembar dengan Nakula dari rahim Madrim, istri kedua Prabu Pandu Dewanata. Kedua tokoh ini sering disebut dengan nama Pinten dan Tangsen. Namun ayah dari bocah kembar yang sesungguhnya adalah Batara Aswin, dewa ahli obat-obatan termasuk obat untuk awet muda.

Ketika Pandawa lima yang terdiri dari Yudistira, Bratasena, Harjuna, Pinten dan Tangsen menyamar di Wirata, Sadewa menjadi seorang pemelihara dan penyayang binatang dengan nama Tantripala.

Dalam cerita sehari-hari Sadewa dan kembarannya tidak mempunyai peran yang menonjol. Mereka menjadi pendamping setia, mengikuti kemana pun Yudistira pergi. Padahal sesungguhnya Sadewa dan Nakula sama ahlinya dalam hal bermain pedang, ketika mereka berguru kepada Resi Drona.

Di dalam cerita Babad Wanamarta, Sadewa berhasil mengalahkan Jim Sapulebu, yang kemudian ‘manuksma’ menjadi satu dengan dirirnya. Dengan demikian ajian Purnamajati yang dimiliki Jim Sapulebu, menjadi ajian Sadewa. Oleh karenanya Sadewa mempunyai ingatan yang kuat, serta mampu menganalisa suatu persoalan dengan cepat dan tepat.

Berdasarkan catatan hidupnya, Sadewa pernah tiga kali menikah, yang pertama dengan Dewi Srengganawati putri Begawan Bandawanganala dari Kerajaan Gisiksamodra, karena telah memenangkan sayembara dengan mengurai makna ”Sejatining Lanang dan Sejatining Wadon.” Dengan Dewi Srengganawati, Sadewa mempunyai anak Widapaksa dan tinggal di Ksatrian Bumirahtawu.

Ia menikah yang kedua dengan Dewi Rasawulan, anak Prabu Rasadewa dari Kerajaan Selamirah. Perkawinannya yang ketiga dengan Endang Sadarmi, putri seorang pertapa.

Pada Cerita Durga Ruwat, Dewi Kunti yang kala itu dirasuki roh Kalika, menyerahkan Sadewa kepada Batari Durga, sebagai silih agar Kalantaka dan Kalanjaya dihapus dalam daftar senopati Hastina. Sadewa pun dituntut untuk meruwat dirinya agar kembali menjadi seorang bidadari cantik seperti semula. Atas bantuan Batara Guru dan juga Semar, Sadewa berhasil meruwat Durga, sehingga ia dibebaskan serta dikembalikan kepada Ibu Kunti.

Setelah perang Baratayuda selesai, Sadewa bersama Nakula menjadi raja Mandaraka, menggantikan Prabu Salya. Kematian Sadewa adalah mati moksa, ketika melakukan perjalanan ritual menuju keabadian, bersama keluarga Pandawa. Sejak kematian Sadewa, negara Mandaraka tidak diketahui siapa penerusnya.

Herjaka HS

Jakarta