Raine Abang Dluwang

25 Aug 2014

Ungkapan raine abang dluwang menggambarkan atau menyimbolkan bahwa orang yang dimaksudkan wajahnya merah seperti kertas, padahal yang dimaksudkan adalah sebaliknya.

Raine Abang Dluwang

Dalam kehidupan masyarakat Jawa ada begitu banyak produk dan permainan simbol untuk mengungkapkan sesuatu. Simbol menjadi hal yang penting bagi masyarakat Jawa bahkan melekat dan menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari. Simbol mengindikasikan ketidaklangsungan, ketidakterusterangan. Di dalamnya selalu tersimpan hal-hal tersembunyi yang harus dimengerti dengan sendirinya oleh orang yang menerima simbol.

Ketidakmampuan menangkap simbol sering dianggap sebagai sebuah kebodohan atau belum dewasa. Pengungkapan maksud secara harafiah pun sering dianggap sebagai sebuah kedangkalan. Oleh karenanya simbol menjadi semacam medan pertarungan makna yang harus dapat dicapai oleh pemberi dan penerima simbol.

Salah satu permainan simbol yang hingga saat ini terus hidup di dalam masyarakat Jawa misalnya sanepan. Sanepan berasal dari kata sanepa yang dalam pengertian luas setara maknanya dengan perumpaan atau semacam perbandingan. Akan tetapi perumpaan dalam sanepan bisa saja bermakna kebalikan. Artinya, makna yang dituliskan atau disampaikan berkebalikan atau bermakna berlawanan dari yang dimaksudkan.

Salah satu ungkapan yang bermakna demikian misalnya, raine abang dluwang. Ungkapan ini secara harafiah berarti wajahnya merah (seperti) kertas. Istilah dluwang yang berarti kertas itu mengacu pada pengertian kertas pada umumnya yang berwarna putih.

Ungkapan raine abang dluwang menggambarkan atau menyimbolkan bahwa orang yang dimaksudkan wajahnya merah seperti kertas, padahal yang dimaksudkan adalah sebaliknya. Artinya, orang tersebut wajahnya putih seperti kertas (jauh dari warna merah) atau pucat pasi.

ASartono