Ngangsu Banyu ing Kranjang

12 Feb 2013

Bothekan

Ngangsu Banyu ing Kranjang

Pepatah ini sebenarnya ingin menggambarkan orang yang berguru (sekolah/kursus), namun setelah selesai berguru ilmu yang didapatkan tidak digunakan sehingga ilmu tersebut “hilang” atau terlupakan.

Ngangsu Banyu ing Kranjang

Pepatah Jawa di atas secara harafiah berarti mencari (menimba) air di (dengan) keranjang.

Umumnya orang yang mengambil atau menimba air di sumur dilakukan dengan ember karena ember tidak tembus air. Jika menimba air dengan menggunakan keranjang tentu saja airnya akan segera merembes atau bocor keluar. Seperti diketahui, keranjang merupakan wadah yang terbuat dari anyaman bambu, sejenis tali, dan sebagainya. Oleh karena itu, keranjang memiliki pori-pori atau lubang yang cukup besar besar. Dengan demikian air tidak bisa diwadahi oleh alat yang bernama keranjang.

Pepatah ini sebenarnya ingin menggambarkan orang yang berguru (sekolah/kursus), namun setelah selesai berguru ilmu yang didapatkan tidak digunakan sehingga ilmu tersebut “hilang” atau terlupakan. Sumur selaku sumber air dalam pepatah ini diibaratkan sebagai guru (sumber ilmu). Orang yang menimba adalah murid itu sendiri. Sementara keranjang yang digunakan untuk menimba air adalah memori/daya serap atau otak dan hati si siswa.

A. Sartono

Jakarta