Kaya Pitik Trondhol Dibubuti

06 Aug 2014

Pepatahan ini sesungguhnya mengiaskan akan kondisi seseorang yang sudah hidup sengsara tetapi masih harus menanggung kesengsaraan lainnya.

Kaya Pitik Trondhol Dibubuti

Papatah Jawa di atas secara harafiah berarti seperti ayam trondol (ayam yang tidak berbulu di bagian leher) atau ayam yang tidak berbulu lengkap, yang dicabuti bulunya.

Ayam trondol atau katakanlah ayam yang minim bulunya tentu saja akan semakin tersiksa jika bulunya dicabuti. Pepatahan ini sesungguhnya mengiaskan akan kondisi seseorang yang sudah hidup sengsara tetapi masih harus menanggung kesengsaraan lainnya. Misalnya, ada seorang buruh di stasiun yang penghasilannya tidak menentu (sangat minim), tetapi dia harus menanggung biaya hidup keluarganya, biaya pajak tempat tinggalnya, iuran kampung, membayar SPP anaknya, membayar arisan istrinya, harus mengangsur tagihan kredit alat rumah tangga, harus membayar tagihan listrik dan air, harus kerja bakti kampung, dan sebagainya.

Hal semacam ini dapat diibaratkan seperti pitik trondhol dibubuti.

ASartono