Golekana Susuhing Angin

19 Mar 2013

Bothekan

Golekana Susuhing Angin

Susuh angin adalah sumber kehidupan. Sumber kehidupan itu sendiri adalah Sang Khalik.

Golekana Susuhing Angin

Pepatah Jawa di atas secara harafiah berarti carilah sarangnya angin.

Untuk melakukan aktivitas berdasarkan arti harafiah dari kalimat di atas tentu saja mustahil dilakukan manusia. Siapa di antara manusia yang tahu tempat dari sarang angin.

Pepatah di atas juga sering diartikan sebagai carilah suh (pengikat sapu) angin. Tentu saja hal ini juga merupakan aktivitas atau pekerjaan yang mustahil dilakukan. Siapakah makhluk hidup di dunia ini yang dapat mengikat angin seperti mengikat lidi untuk menjadi sapu.

Hal tersebut di atas memang tidak bisa dimaknai semata-mata pada sisi lahiriah atau harafiahnya. Kalimat pepatah di atas adalah sebuah metafora. Pepatah tersebut ingin mengajak manusia agar mau mencari pusat angin yang menjadi sumber dari kehidupan manusia.

Pada intinya susuh atau sarang angin bagi manusia terletak di paru-parunya. Artinya di paru-paru itulah angin (oksigen) diserap untuk kehidupannya. Sebab jika manusia tidak bernapas ia mati. Artinya, susuh angin adalah sumber kehidupan. Sumber kehidupan itu sendiri adalah Sang Khalik.

Untuk itulah, agar manusia selamat (dunia dan akhirat) ia harus bisa mencari sang pemberi sumber kehidupan. Jika orang tidak mengenali atau dapat menemukan sang sumber pemberi kehidupan, artinya ia tidak bisa mengenali siapa sesungguhnya dirinya serta tidak mengenali pula siapa penciptanya dan yang memberi kehidupan kepadanya.

Jika manusia memang tidak mengenalinya, maka ia sama saja dengan benda mati. Tidak hidup. Tidak mengerti tentang hidup dan kehidupan.

A. Sartono

Jakarta