Golekana Galihing Kangkung

05 Mar 2013

Bothekan

Golekana Galihing Kangkung

Orang yang dapat mencapai galihing kangkung adalah orang yang bisa mengalahkan dirinya sendiri. Artinya, orang yang bisa mengendalikan dirinya dari nafsu-nafsu, keinginan, dan ambisi yang mengotori hati atau jiwa.

Golekana Galihing Kangkung

Pepatah Jawa di atas secara harafiah berarti carilah teras kangkung.

Tanaman kangkung tidak memiliki teras karena batangnya berongga. Artinya, batang dari tanaman kangkung berisi udara atau kosong. Jadi, siapa pun yang mencoba mencari teras dari tanaman kangkung tidak akan menemukannya.

Pepatah ini mengandung ajaran agar manusia bisa mengosongkan dirinya. Dengan mengosongkan diri manusia dapat menyerap atau “mendengarkan” suara hati nuraninya.

Dengan mengosongkan diri bisa memilah mana yang hakikat, mana yang palsu. Mana yang sejatinya sungguh-sungguh kebenaran dan mana yang sejatinya penuh rekayasa, munafik, palsu, basa-basi, tersembunyi, bertopeng, bohong, pura-pura, curang, dan jahat.

Orang yang dapat mencapai galihing kangkung adalah orang yang bisa mengalahkan dirinya sendiri. Artinya, orang yang bisa mengendalikan dirinya dari nafsu-nafsu, keinginan, dan ambisi yang mengotori hati atau jiwa.

Hati dan jiwa yang kotor, penuh dengan nafsu dan ambisi yang tidak teratur diibaratkan seperti wadah yang termuati aneka macam barang yang tidak karuan sehingga jiwa atau wadah itu menjadi “penuh”. Untuk menjernihkan jiwa, maka jiwa perlu dibawa kepada “kekosongan” atau keheningan seperti kosongnya teras atau galih kangkung.

A. Sartono

Jakarta