DOLANAN JIRAK-2 (PERMAINAN ANAK TRADISIONAL-56)

29 Mar 2011

Ensiklopedi

DOLANAN JIRAK-2
(PERMAINAN ANAK TRADISIONAL-56)

DOLANAN JIRAK-2 (PERMAINAN ANAK TRADISIONAL-56)Sebelum permainan dimulai, biasanya anak-anak membuat kesepakatan lisan tentang aturan bermain, seperti: 1) urutan bermain ditentukan oleh dekatnya gacuk ke lubang wok; 2) bagi gacuk yang terkena gacuk pemain lain harus mengulangi melempar lagi; dan 3) pemain kalah menggendong pemain menang sesuai dengan jarak yang telah ditentukan (misalnya 10 meter).

Tahap pertama, semua pemain, misalkan pemain A,B,C,D, dan E berkumpul. Mereka masing-masing telah membawa gacuk kecil. Satu di antaranya juga telah membuat gacuk besar. Kemudian satu pemain lainnya segera membuat lowokan dengan diameter 8 cm dan kedalaman 5 cm. Juga membuat garis horintontal berjarak sekitar 3—5 meter dari lubang lowok.

Tahap kedua, semua pemain berdiri di belakang garis lempar (garis saku). Masing-masing melemparkan gacuk kecil ke arah lubang lowokan. Jika ada yang masuk, berarti pemain tersebut bermain duluan, misalkan pemain E. Jika tidak ada gacuk yang masuk lubang (lowokan), maka gacuk terdekat dengan lubang main duluan, disusul gacuk terdekat berikutnya, dan seterusnya. Dan, apabila ada dua gacuk yang masuk lowokan, misalkan pemain A dan E, maka keduanya mengulangi lagi melempar sekali. Jika ada salah satu yang masuk, pemain itu mengawali bermain duluan, disusul pemain yang gagal DOLANAN JIRAK-2 (PERMAINAN ANAK TRADISIONAL-56)memasukkan kedua kalinya, lalu disusul pemain lainnya yang gacuknya tidak masuk lowokan, tetapi berurut yang terdekat dengan lubang. Setelah pada tahap ini, misalkan telah dapat ditentukan urutan bermain adalah pemain E,A,B,C, dan D.

Tahap ketiga, pemain E mulai berdiri lagi di belakang garis lempar (saku) dengan membawa semua gacuk (termasuk gacuknya sendiri) dan gacuk besar. Kemudian satu persatu gacuk yang dibawa dilempar ke arah lubang lowokan. Diawali dengan gacuk-gacuk kecil, bebas dari gacuknya sendiri atau milik temannya. Setiap gacuk yang masuk ke lubang, pemain E mendapat sawah (nilai) 1. Misalkan dari lemparan ini, pemain E dapat memasukkan 2 gacuk, berarti ia mendapatkan sawah 2. Kemudian, ia terakhir melemparkan gacuk besar, juga ke arah lubang. Jika masuk, ia mendapat tambahan sawah 1. Demikian pula, jika gacuk besar tidak masuk tetapi mengenai gacuk kecil, ia juga berhak mendapatkan nilai 1. Sehingga pemain E total mendapat sawah 3.

Urutan bermain kedua memulai permainan. Langkah yang dilakukan sama. Jika pemain A dapat memasukkan 3 gacuk, termasuk yang besar, berarti, pemain A juga mendapat nilai 3. Kemudian berturut-turut pemain B bermain dan DOLANAN JIRAK-2 (PERMAINAN ANAK TRADISIONAL-56)mendapatkan sawah 2, pemain C mendapat sawah 0, dan pemain D mendapat sawah 1. Dari daftar tersebut dapat diketahui bahwa satu-satunya pemain yang tidak mendapatkan sawah adalah pemain C. Maka pemain C adalah pemain kalah dan berhak menggendong satu-persatu pemain menang, dengan jarak gendong yang sudah ditentukan.

Apabila pada permainan pertama ini ada 2 atau 3 pemain yang belum mendapatkan sawah, maka pemain-pemain yang belum mendapatkan sawah ini beradu kembali seperti tahapan bermain awal. Hingga diperoleh salah satu pemain yang tidak mendapatkan sawah, atau pemain yang mendapatkan sawah terkecil dari tahap terakhir. Jika telah ada salah satu pemain yang kalah dan mendapat hukuman menggendong semua pemain yang menang, dolanan Jirak bisa dimulai dari awal lagi.

Demikianlah serunya bermain Jirak yang murah dan meriah. Dolanan ini memang membutuhkan ketangkasan melempar gacuk ke arah lubang lowok. Selain itu, dari dolanan ini, setiap pemain harus berusaha untuk bermain sabar, tenang, dan sportif. Jika kalah, juga harus berani mengakui kekalahan dan harus mau menggendong sesuai dengan kesepakatan.

Suwandi

Sumber: Permainan Tradisional Jawa, Sukirman Dharmamulya, dkk., 2004, Yogyakarta, Kepel Press dan http://jatropha.com/Jirak.html

Jakarta