Setan yang Tidak Menakutkan

10 Aug 2015

Setanan dimasukkan dalam kesatuan ‘bajubarat', prajurit pasetran Gondomayit pimpinan Hyang Batari Durga. Adegan setanan, atau keluarnya para setan dalam ‘jagad pakeliran’ biasanya diletakkan pada adegan budhalan para prajurit raksasa, atau saat budhalan para bajubarat.

Setanan berasal dari kata setan, atau makhluk halus tidak ‘kasat mata,’ tidak kelihatan, yang meliputi jin, pripayangan, hantu, atau kekuatan supranatural lainnya yang mempunyai energi negatif. Namun tidak demikian halnya setanan yang ada di dunia pewayangan pakeliran. Di sini setanan dapat dilihat secara nyata, karena merupakan ekspresi dari sebuah imajinasi dalam wujud wayang. Bentuknya pun bermacam-macam. Ada yang berbentuk wedhon (pocongan), jangkrong (tengkorak), banaspati (manusia api), ndas glundhungan (kepala tanpa badan), lelepah (makhluk pemakan daging mentah), egrang (manusia yang berpostur sangat tinggi), dan lain sebagainya.

Sesuai dengan karakternya, setanan dimasukkan dalam kesatuan ‘bajubarat', prajurit pasetran Gondomayit pimpinan Hyang Batari Durga. Adegan setanan, atau keluarnya para setan dalam ‘jagad pakeliran’ biasanya diletakkan pada adegan budhalan para prajurit raksasa, atau saat budhalan para bajubarat. Keikutsertaan para setan ini bersama para prajurit resmi kerajaan bertujuan untuk menebar teror dan rasa takut kepada para penduduk yang dilewatinya.

Selain pada adegan budhalan, setanan juga dikeluarkan untuk menggoda para ksatria yang bertapa mencari wahyu. Jika ksatria yang digoda tidak takut dan tetap bertahan dengan laku tapanya, pertanda bahwa tidak lama lagi wahyu yang didambakan akan segera turun.

Walaupun setanan yang ada bertujuan untuk menebar rasa was-was dan rasa takut bagi yang melihat, senyatanya yang terjadi di pewayangan pakeliran tidak demikian. Babak adegan setanan justru memberi hiburan dan mengundang tawa dikarenakan bentuknya yang unik, lucu dan aneh.

Herjaka HS

EDUKASI