Mengenal Alat Transportasi Tradisional di Museum Anak Yogyakarta

22 Jul 2016

Sebelum alat transportasi modern berkembang pesat di masa sekarang ini, seperti pesawat terbang, kereta api, mobil, kapal laut bermesin, dan lainnya, masyarakat kuno telah menggunakan beberapa alat transportasi tradisional. Bahkan alat transportasi itu diciptakan sebelum tahun Masehi. Alat-alat transportasi tradisional itu digunakan oleh orang-orang yang tersebar di seluruh dunia. Untuk bisa mengenal alat-alat transportasi tradisional tersebut, masyarakat bisa mengunjungi Museum Anak Kolong Tangga Yogyakarta, yang berada di Gedung Taman Budaya Yogyakarta lantai 2.

Salah satu alat transportasi laut tradisional dinamakan Coracle. Coracle adalah perahu berbentuk menyerupai mangkuk yang banyak digunakan masyarakat jaman dulu di daerah Sungai Efrat Mesopotamia. Perahu itu digunakan untuk mengangkut manusia dan barang. Bahkan perahu dengan bentuk serupa juga digunakan oleh bangsa Celtic dari Inggris. Perahu jenis ini di negara Irak disebut Gufa. Perahu bentuk serupa juga pernah digunakan oleh  bangsa Sumeria yang hidup 6.000 tahun lalu. Alat transportasi laut bangsa Sumeria itu berbentuk mangkuk yang terbuat dari kulit binatang yang dibingkai kayu, dijahit dan dilapisi tir (sejenis aspal). Perahu berdayung kayu ini memiliki tiang dan layar tunggal.

Koleksi perahu tradisional laut itu bisa dijumpai di Museum Anak Kolong Tangga Yogyakarta dalam bentuk replika dan wujud miniatur. Kondisi koleksi masih bagus. Di samping koleksi itu juga terdapat foto perahu tradisional berbentuk mangkuk yang sedang dinaiki oleh manusia.

Di museum ini juga ditemukan alat transportasi tradisional dari Nusantara dan Afrika, di antaranya adalah gerobag (pedati), kereta, becak, dokar, dan sepeda motor kayu (dari Uganda Afrika). Koleksi itu ada yang berbentuk miniatur, foto, maupun koleksi asli. Di samping itu juga tersedia koleksi-koleksi mainan anak lain yang jumlahnya ribuan dalam kategori jenis lainnya, seperti boneka, wayang, mainan gambar umbul, celengan, alat perang, topeng, dan sebagainya. Sepertinya, museum ini cocok untuk mengenalkan mainan tradisional kepada anak di awal tahun ajaran baru seperti sekarang ini. Apalagi untuk anak usia di bawah 14 tahun gratis berkunjung ke museum ini. Di atasnya, setiap pengunjung membayar tiket Rp 5.000.

Naskah dan foto: Suwandi

Museum Anak Kolong Tangga Yogyakarta, sumber foto: Suwandi/Tembi
Museum Anak Kolong Tangga Yogyakarta, sumber foto: Suwandi/Tembi
Museum Anak Kolong Tangga Yogyakarta, sumber foto: Suwandi/Tembi
Museum Anak Kolong Tangga Yogyakarta, sumber foto: Suwandi/Tembi
Museum Anak Kolong Tangga Yogyakarta, sumber foto: Suwandi/Tembi
EDUKASI