Panduan Komplit Tata Cara Perkawinan Gaya Yogyakarta

23 Aug 2016

Judul               : Tata Cara Paes lan Pranatacara Gagrag Ngayogyakarta
Penulis         : Dwi Sunar Prasetyono
Penerbit           : Absolut, 2003, Yogyakarta
Bahasa            : Jawa
Jumlah halaman    : 182

Menikah adalah salah satu peristiwa atau momentum yang sangat penting. Peristiwa pernikahan pada umumnya “dirayakan” dengan tata cara tertentu sesuai adat masing-masing orang. Perayaan pernikahan tidak sekadar menjadi budaya, tetapi juga merupakan wujud kepribadian masyarakat yang bersangkutan. Salah satunya adalah upacara pernikahan gaya Yogyakarta.

Tata cara pernikahan gaya Yogyakarta cukup “rumit”, melalui beberapa tahapan dan seringkali memakan waktu berhari-hari. Pertama, persiapan sebelum pernikahan. Kedua, saat pernikahan dan upacara “panggih”. Ketiga, setelah pernikahan. Tahap kedua  adalah inti dari tata cara pernikahan. Pada saat ini bagi kedua pengantin dan keluarganya adalah saat-saat yang paling membahagiakan.

Salah satu tujuan pernikahan adalah untuk membentuk keluarga yang rukun, damai, sejahtera dan bahagia. Bila dicermati dan bersedia mempelajari, tujuan tersebut sebenarnya sudah disimbolkan melalui berbagai rangkaian upacara beserta seluruh “ubarampe” atau alat dan peralatan yang digunakan. Mulai dari pemilihan jam dan hari, sesaji yang dibuat, pakaian dan tata rias serta masih banyak lagi. Bahkan seorang juru rias, bukan sekadar ahli dalam merias, tetapi juga dipilih orang yang telah matang lahir batin, ucapan dan tindakannya dapat dijadikan teladan.

Buku ini bisa menjadi salah satu acuan bila kita ingin mempelajari seluk-beluk tata cara  pengantin gaya Yogyakarta. Walaupun sederhana di dalamnya termuat tentang tata cara tahap pertama, kedua dan ketiga, bentuk-bentuk tata rias dan busana yang dipakai berserta cara merias dan memakai busana. Semua itu penuh dengan simbol-simbol dan untuk mengerti artinya mau tidak  mau kita harus mencarinya. Buku ini juga dilengkapi dengan contoh-contoh sesorah atau “pidato” dalam bahasa Jawa.

Kusalamani

EDUKASI