Jejak Sejarah Pangan

23 Jul 2016

Judul             : Jejak Pangan. Sejarah, Silang Budaya, dan Masa Depan

Penulis                   : Andreas Maryoto

Penerbit         : Kompas, 2009, Jakarta

Bahasa                  : Indonesia

Jumlah halaman  : xiv + 249

Tanpa makanan manusia pasti mati. Dan di setiap daerah pasti mempunyai makanan pokok masing-masing. Bisa jadi suatu makanan (dan juga minuman) di suatu daerah tertentu digemari, tapi di daerah lain dianggap sesuatu yang tidak layak untuk dimakan.

Sejarah membuktikan bahwa suatu makanan bisa mengalami perjalanan yang panjang dan jauh. Interaksi manusia dari satu daerah dengan daerah lain dalam waktu lama dapat menimbulkan persilangan budaya, termasuk makanan. Saat ini dengan mudah dapat ditemukan berbagai jenis makanan yang merupakan kombinasi antardaerah.

Makanan sedemikian pentingya sampai-sampai masuk ke ranah politik. Banyak negara terancam bahaya karena pangan. Gagal panen, bencana atau pun  perang adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan krisis pangan dan berpotensi menimbulkan gejolak. Untuk meredam, negara harus bisa mengatasi krisis pangan tersebut.

Teknologi dalam masalah pangan juga senantiasa menjadi pemikiran manusia. Misal cara-cara pengawetan makanan agar tetap layak dimakan, terutama dalam situasi-situasi tertentu. Misal perbekalan untuk pelayaran jangka panjang, perbekalan perang dan lain-lain.

Pangan sampai kapan pun tetap menjadi permasalahan bagi manusia. Oleh karena itu perlu dipikirkan sumber daya yang ada dan tersedia, serta sumber daya alternatif. Inovasi untuk mendapatkan pangan sangat penting karena sumber daya yang ada dan tersedia terbatas, sementara jumlah pendudik semakin bertambah.

Buku ini berisi berbagai hal yang berhubungan dengan pangan. Penyebaran makanan seiring pengembaraan manusia, silang budaya tentang pangan, strategi pangan dan juga pangan di masa depan.

Kusalamani

EDUKASI