Di Sinilah Makam Pangeran Singosari

16 Jul 2016

Makam Singosaren berada di Dusun Singosaren, Kelurahan Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Makam ini disebut Singosaren karena di tempat tersebut dimakamkan Pangeran Singosari, yang dianggap sebagai cikal bakal dusun tersebut.

Pangeran Singosari adalah salah satu tokoh yang diberi hadiah berupa istri triman dari Sultan Hamengku Buwana II (1792-1810). Istri yang diberikan sebagai hadiah (penghargaan) kepada Pangeran Bintoto tersebut bernama Bendara Raden Ayu (BRAy) Reksakusuma. Sedangkan nama kecil /sebelumnya adalah BRAy Sasmitowati. Menurut jurukunci setempat yang bernama Rekso Zubaidi (40), BRAy Sasmitowati adalah putri yang berasal dari Bali.

Pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana II inilah Pangeran Singosari yang telah mendapatkan putri triman tersebut diangkat menjadi Bupati Puralaya yang pertama. Bupati Puralaya adalah pejabat tertinggi yang membawahi para abdi dalem pengelola/jurukunci/jurupelihara makam keluarga/milik/di bawah kepengurusan Keraton Kasultanan Yogyakarta. Kantor Bupati Puralaya berada di seputaran (sisi barat) dari Kompleks Pajimatan Imogiri pada jarak sekitar 200 meter.

Oleh karena Pangeran Singosari mendapatkan istri triman bernama BRAy Reksakusuma, maka ia kemudian juga bergelar Bupati Reksakusuma (I). Pangeran Singosari dikenal sebagai salah satu tokoh yang menentang Belanda dan ketika meninggal kemudian dimakamkan di Kotagede. Namun versi lain menyatakan bahwa Pangeran Singosari yang kemudian bergelar Bupati Reksakusuma I tersebut dimakamkan di Makam Singosaren.

Versi lain menyatakan bahwa makam dan dusun tersebut dinamakan Singosaren karena tokoh penting yang dimakamkan di tempat itu adalah salah satu putri dari Pangeran Singosari. Tokoh penting lainnya yang dimakamkan di tempat itu di antaranya adalah: 1. Raden Ayu Pekiringan (putri Sultan Hamengku Buwana II), 2. Raden Ayu Pulangsih (putri patih dari Sultan Hamengku Buwana II), 3. putri dari Pangeran Singosari yang tidak diketahui namanya yang kemudian menjadi istri dari Sultan Hamengku Buwana VII, yang mungkin bernama Raden Ayu Bintoro atau mungkin dikenal juga dengan nama Nyai Singosari (nunggak semi-mengikuti nama ayahnya).

Makam Singosaren selain dikenal dengan nama itu juga dikenal dengan nama Makam Raga Sunya. Raga dapat diartikan sebagai badan atau tubuh dan sunya dapat diartikan sebagai sepi, senyap, atau bahkan lenyap.

Makam atau nisan dari Bupati Reksakusuma I memiliki ukuran panjang sekitar 120 cm, lebar sekitar 55 cm dan tinggi hingga kepala jirat sekitar 90 cm. Nisan makam Bupati Reksakusuma I terdiri atas susunan potongan batu yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk wujud nisan seperti pada umumnya. 

Lokasi makam ini dapat dijangkau melalui Terminal Giwangan ke arah selatan, masuk Jl. Imogiri Timur. Ikuti jalan ini hingga melewati Jembatan Karangsemut. Setelah Jembatan Karangsemut akan ditemukan pertigaan. Ambil arah ke kiri (timur) ikuti jalan ini hingga lokasi Makam Singosaren. Jarak lokasi makam dengan pertigaan ini kira-kira hanya 100 meter.

Naskah dan foto: a. sartono

Nisan makam Pangeran Singosari/Bupati Reksakusuma I di Singosaren, Imogiri, difoto: 27 Mei 2016, foto: a.sartono
Suasana Makam Singosaren di Dusun Singosaren, Imogiri, difoto: 27 Mei 2016, foto: a.sartono
Tembok dan gapura dalam dari Makam Singosaren, Imogiri, difoto: 27 Mei 2016, foto: a.sartono
Gapura luar dari kompleks Makam Singosaren, Imogiri, difoto: 27 Mei 2016, foto: a.sartono
EDUKASI